TABANAN, Radar Bali.id - Misteri hilangnya I Komang S, 12, yang terseret arus saat mandi di Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara, Tabanan, belum juga terkuak.
Sejak dinyatakan hilang pada Kamis, 28/5/2026 lalu, jasad remaja asal Banjar Dinas Jambe Baleran, Desa Dajan Peken, Tabanan ini masih belum berhasil ditemukan oleh tim penyelemat.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem, Upaya Pencarian Remaja Terseret Arus Laut Yeh Gangga Masih Nihil
Hingga memasuki hari keenam pencarian, tim SAR gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas Denpasar, BPBD Tabanan, Polres Tabanan, anggota TNI, serta dibantu masyarakat nelayan setempat, masih terus berjibaku di lapangan tanpa adanya petunjuk signifikan mengenai keberadaan korban.
Baca Juga: Pamit Mandi, Lansia di Ketewel Ditemukan Tak Bernyawa Terseret Arus Sungai
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan I Nyoman Srinadha Giri membenarkan bahwa hingga Selasa, 2/6/2026 Wita, tanda-tanda keberadaan jasad korban masih nihil. Padahal, radius dan area penyisiran di lapangan sudah diperluas secara berkala.
- Penyisiran Udara: Tim SAR gabungan menerjunkan unit drone untuk memetakan visual dari atas perairan Pantai Yeh Gangga.
- Penyisiran Laut: Sejumlah Rubber Boat dikerahkan langsung ke tengah laut guna menyisir titik-titik krusial yang dicurigai.
- Penyisiran Darat: Personel gabungan berjalan kaki menyisir sepanjang bibir pantai Yeh Gangga.
"Belum-belum ada hasil dari proses pencarian tim di lapangan," ungkap Srinadha Giri gusar.
Saat disinggung mengenai batas standar pencarian operasi SAR selama tujuh hari, Srinadha Giri mengaku belum bisa memastikan apakah proses pencarian akan langsung disetop atau diperpanjang. Keputusan tersebut menurutnya akan sangat bergantung pada dinamika situasi di lapangan serta hasil evaluasi bersama tim SAR gabungan.
"Harapan kami dari proses pencarian korban mudah-mudahan ada petunjuk di lapangan. Sehingga bisa segera menemukan jasad korban," imbuhnya.
Ia menambahkan, selama proses pencarian berlangsung, tim belum menemui kendala cuaca yang berarti. Kondisi gelombang laut dan embusan angin di sekitar lokasi kejadian terpantau normal dan terkendali.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, musibah memilukan ini bermula ketika I Komang S, 12, bersama rekannya, Restu Muhamad Fadilah, nekat berenang di Pantai Yeh Gangga pada Kamis, 28/5/2026 sekitar pukul 15.30 Wita.
Nahas, saat asyik mandi, gelombang besar tiba-tiba datang dan langsung menggulung keduanya. Beruntung, Restu Muhamad Fadilah berhasil menyelamatkan diri dari jebakan ombak. Sebaliknya, korban I Komang S justru tertarik arus ke dalam palung laut.
Rekan korban sempat berupaya memberikan pertolongan dengan cara meraih tangan korban, namun pegangan tersebut terlepas akibat kuatnya arus bawah laut hingga akhirnya korban dinyatakan hilang hingga saat ini. [*]
Editor : Hari Puspita