NEGARA, Radar Bali.id– Memasuki musim kemarau, potensi peristiwa kebakaran di wilayah Bumi Makepung kian meningkat.
Yang terbaru, sebuah pohon beringin yang berada di pinggir Jalan Nasional Denpasar–Gilimanuk, tepatnya di Banjar Swastika, Desa Pangyangan, Kecamatan Pekutatan, dilaporkan terbakar pada Selasa (02/06/2026) malam.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Jembrana, I Ketut Eko Susilo Artha Permana, 45, mengungkapkan bahwa kebakaran tersebut diduga kuat dipicu oleh sisa dupa persembahyangan di sebuah pelinggih yang berada tepat di bawah pohon beringin tersebut.
Baca Juga: Awas! Gesekan Kabel Listrik Tegangan Tinggi, Pohon Beringin Hangus Terbakar
Api dari sisa dupa kemudian merembet dan menyambar dahan pohon hingga menimbulkan kobaran yang cukup besar.
”Sejak memasuki musim kemarau, kejadian kebakaran memang cenderung meningkat. Kasus pohon beringin ini diduga kuat akibat sisa dupa yang masih menyala,” ujarnya, Rabu (03/06/2026).
Mendapat laporan dari warga yang melintas, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Jembrana langsung diterjunkan ke lokasi.
Proses pemadaman sempat mengalami kendala karena posisi titik api berada cukup tinggi di bagian dahan pohon. Kondisi ini memaksa petugas di lapangan harus menggunakan bantuan mobil tangga untuk menjangkau api.
Selain memadamkan kobaran api, petugas juga melakukan pemangkasan terhadap dahan-dahan pohon yang dinilai rawan patah agar tidak membahayakan para pengguna jalan yang melintas. Proses penanganan kebakaran tersebut baru dinyatakan selesai total sekitar pukul 23.30 Wita.
”Dipastikan tidak ada korban jiwa maupun kerugian material dalam kejadian ini. Arus lalu lintas jalur nasional yang sempat tersendat selama proses evakuasi juga sudah kembali normal dan kondusif,” tegas Eko.
Kasatpol PP Jembrana pun turut mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di musim kemarau. Eko meminta warga memastikan sisa api dupa atau sarana persembahyangan benar-benar sudah padam sebelum ditinggalkan.
”Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati, baik saat berkendara maupun saat melakukan persembahyangan. Pastikan kondisi sekitar aman untuk mencegah kebakaran, apalagi di musim kemarau seperti sekarang,” pungkasnya. [*]
Editor : Hari Puspita