TABANAN, Radar Bali.id - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja mendadak untuk meninjau Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan, yang berlokasi di Sentra Mahatmiya, Jalan S. Parman, Desa Banjar Anyar, Kediri, Tabanan pada Minggu (7/6/2026).
Kedatangan Presiden ke-8 RI tersebut di lokasi sekitar pukul 11.30 Wita langsung disambut meriah oleh tarian kecak dan pasukan baris-berbaris dari para siswa.
Di luar areal sekolah, tampak kaum ibu dan anak-anak sekolah antusias mengibarkan bendera Merah Putih demi menyambut sang kepala negara.
Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut Menteri Sosial Syaifullah Yusuf dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo Subianto mengaku terkesan dengan keberadaan sekolah ini. Ia menegaskan, kehadirannya murni untuk melihat langsung proses kegiatan belajar mengajar serta kondisi siswa sekolah rakyat di luar Pulau Jawa.
"Hari ini saya tidak milih, saya tidak tahu, saya mau lihat sekolah rakyat di luar Jawa, di Bali. Ternyata ada, saya dibawa ke sini, SRMP 17 Tabanan, mungkin sudah diatur," kata Prabowo.
Menariknya, Prabowo sempat mengaitkan angka 17 pada nama sekolah tersebut sebagai angka sakral proklamasi kemerdekaan. Ia juga bernostalgia saat masih aktif di militer, di mana angka 8 dan 13 menjadi kode tersendiri baginya.
"Nah, 1 tambah 7 sama dengan 8. Jadi angka delapan adalah angka yang beruntung. Angka beruntung itu 8 dan 13 bagi saya," ungkapnya disambut tepuk tangan.
Prabowo menegaskan, esensi dari sekolah rakyat adalah membantu masyarakat kurang mampu agar seluruh rakyat Indonesia bisa hidup layak. Salah satu jalannya adalah lewat pendidikan yang berkualitas untuk melahirkan petani, guru, perawat, dan ahli di semua bidang yang sepadan.
Mendengar laporan dari Mensos bahwa potensi pelamar calon siswa (casis) baru di Bali mencapai 400 orang namun kuota tampung hanya 270 orang, Prabowo langsung menginstruksikan jajarannya untuk bergerak cepat menambah fasilitas.
"Baru satu (di Bali), berarti kita harus tambah secepat mungkin. Bupati-bupati bisa cari lahan. Kalau tidak ada, bisa menggunakan lahan pemerintah pusat. Seskab mungkin bisa melakukan koordinasi dengan kementerian atau lembaga lain untuk mencari fasilitas atau lahan yang ada di daerah," tegas Presiden.
Merespons hal itu, Mensos Syaifullah Yusuf memaparkan bahwa saat ini satu sekolah rakyat baru memang sedang berproses dibangun di daerah Kubu, Karangasem, sebagai lokasi pemindahan dari SRMP 17 Tabanan. "Rencana ke depan, setiap satu kabupaten ada satu sekolah rakyat," jawab Mensos kepada Presiden.
Di sisi lain, Kepala SRMP 17 Tabanan, I Putu Jaya Negara mengaku sempat terkejut saat menerima informasi mengenai rencana kunjungan mendadak ini dari Kementerian Sosial pada Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 13.00 Wita.
"Baru saja sampai rumah, saya mendapat telepon dari Kemensos bahwa akan ada kunjungan Presiden Prabowo. Kaget juga, sorenya saya langsung datang lagi ke sekolah untuk melakukan persiapan," ujarnya.
Kebahagiaan mendalam juga dirasakan para siswa, salah satunya Ni Ketut Rastini, siswi kelas VII SRMP 17 Bali asal Baturiti, Tabanan. "Saya senang banget bisa menyambut dan ketemu langsung Bapak Presiden Prabowo. Rasanya seperti mimpi," tuturnya dengan mata berkaca-kaca.
Berdasarkan data sekolah, angkatan pertama saat ini meluluskan 31 siswa dari total 74 siswa. Sementara pada angkatan kedua untuk tahun ajaran 2026/2027, jumlah calon siswa baru khusus dari Tabanan saja sudah mencapai 50 orang dan diprediksi terus bertambah karena masa pendaftaran masih dibuka.[*]
Editor : Hari Puspita