KINTAMANI, Radar Bali.id - Aksi nekat mengakhiri hidup kembali mengguncang wilayah hukum Polsek Kintamani. Ni Nengah Serini, 60, warga Desa Katung, Kecamatan Kintamani ditemukan tidak bernyawa dalam posisi gantung diri di kebun miliknya pada Senin,( 8/6/2026).
Baca Juga: DRAMATIS! Aksi Heroik Polisi Gagalakan Percobaan Bunuh Diri di Jembatan Jalan Gempol
Diduga kuat, korban nekat melakukan aksi tersebut lantaran depresi akibat penyakit stroke ringan yang dideritanya selama 1,5 tahun terakhir tak kunjung sembuh.
Peristiwa memilukan ini bermula ketika korban mengeluhkan kedua tangannya sakit pada Minggu, 7 Juni 2026 sekitar pukul 20.00 Wita. Mendengar keluhan sang ibu, anak korban, Nyoman Warsita langsung memijat tangan korban. Diketahui, semenjak mengalami stroke sekitar 1,5 tahun lalu, korban dan suaminya memang tidur terpisah atas permintaan korban sendiri.
Saat hendak tidur sekitar pukul 22.00 Wita, suami korban tidak sempat mengecek ke kamar istrinya karena mengira korban sudah tertidur lelap.
Keesokan harinya, Senin, 8 Juni 2026 sekitar pukul 06.00 Wita, suami korban terbangun dan tidak melihat istrinya di kamar. Ia mengira sang istri sudah bangun lebih awal untuk menyiapkan sarapan.
Namun saat mengecek ke dapur, korban tidak ada di sana. Sang suami kembali menduga bahwa istrinya sedang pergi ke warung terdekat untuk membeli lauk-pauk.
Misteri hilangnya korban akhirnya terjawab sekitar pukul 06.30 Wita. Kakak ipar korban, I Wayan Madia datang ke rumah dengan raut wajah panik untuk memberi tahu bahwa korban ditemukan tergantung di pohon jambu biji dekat kandang sapi miliknya.
Mendengar kabar mengejutkan tersebut, suami korban langsung pingsan tak sadarkan diri. Pihak keluarga yang terpukul kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Kintamani.
”Motifnya diduga depresi karena sakit menahun yang dialaminya,” terang Kapolsek Kintamani Kompol Made Dwi Puja R. [*]
Editor : Hari Puspita