Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Scoopy Oleng di Trek Lurus dan Sepi di Jalan Diponegoro, Pria 31 Tahun Tewas Terseret 18 Meter

Andre Sulla • Jumat, 19 Juni 2026 | 09:23 WIB
KECELAKAAN TUNGGAL: Petugas mengevakuasi jasad GBA, 31, usai mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Diponegoro, Denpasar Barat, Kamis (18/6). (IST/radarbali.id)
KECELAKAAN TUNGGAL: Petugas mengevakuasi jasad GBA, 31, usai mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Diponegoro, Denpasar Barat, Kamis (18/6). (IST/radarbali.id)

 

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Jalanan lengang saat dini hari tak selalu menjamin keselamatan. Kecelakaan maut justru terjadi saat situasi relatif sepi di Jalan Diponegoro, tepatnya di depan kawasan pertokoan RTC Bali, Dauh Puri, Denpasar Barat, Kamis (18/6) sekitar pukul 03.40 WITA.

Seorang pengendara sepeda motor berinisial GBA, 31, meregang nyawa setelah mengalami kecelakaan tunggal. Korban yang mengendarai Honda Scoopy bernomor polisi DK 2417 ACR diduga kehilangan kendali hingga terjatuh dan terseret cukup jauh di badan jalan.

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Denpasar, Iptu I Wayan Warda menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban melaju dari arah selatan menuju utara sebelum insiden nahas itu terjadi. Setibanya di lokasi kejadian, motor yang dikendarai korban mendadak oleng ke kiri. 

Dugaan sementara, korban tidak mampu mengendalikan laju kendaraannya.

“Pengendara diduga kehilangan kendali sehingga kendaraan oleng ke kiri lalu terjatuh,” ungkap Iptu Warda. Benturan keras tak terhindarkan. Sang pengendara bersama motornya terseret hingga sekitar 18 meter. 

 Baca Juga: Gagal Tembus 5 Besar, Arema FC Cuci Gudang dan Rombak 50 Persen Skuad

Akibat kejadian itu, pria asal Jalan Imam Bonjol Gang VII, Banjar Tegal Gede, Pemecutan Klod itu mengalami luka serius di bagian tubuh, termasuk memar pada perut sebelah kiri serta pendarahan dari hidung.

Nahas, luka yang dialami terlalu parah. Korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian sebelum sempat mendapatkan penanganan medis.

Mendapat laporan dari warga, petugas Unit Laka Lantas Polresta Denpasar langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, serta mendokumentasikan kondisi di lapangan.

Dari hasil pemeriksaan sementara, kondisi jalan dinilai cukup baik. 

 

Jalur beraspal lurus, marka jalan terlihat jelas, serta lampu penerangan jalan berfungsi normal. Cuaca saat kejadian pun dilaporkan cerah, sehingga faktor alam dipastikan bukan penyebab utama kecelakaan. 

Usai proses identifikasi, jasad korban dievakuasi menggunakan ambulans PMI Kota Denpasar menuju kamar jenazah RSUP Prof. Dr. I.G.N. Ngoerah untuk penanganan lebih lanjut. "Kami kini masih mendalami kemungkinan faktor lain yang memicu kecelakaan maut tersebut," pungkasnya. ***

Editor : M.Ridwan
#Jalan Diponegoro Denpasar #lakalantas #kecelakaan tunggal