NEGARA, Radar Bali,id – Setelah sempat tersendat selama beberapa hari terakhir, arus kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk kini mulai berangsur normal.
Antrean kendaraan yang sempat mengular di pintu masuk pelabuhan perlahan-lahan mulai terurai, meski kepadatan masih terlihat di jam-jam tertentu.
Baca Juga: Selat Bali Cuaca Buruk: Kemacetan Menuju Pelabuhan Ketapang Capai 7,5 Km Hari Ini
Lonjakan volume kendaraan ini dipicu oleh meningkatnya mobilitas masyarakat selama masa libur sekolah. Selain itu, kepadatan juga dipengaruhi adanya penyesuaian pola layanan penyeberangan jarak jauh atau Long Distance Ferry (LDF) di lintasan Jawa–Bali.
Pada Minggu, 28 Juni 2026, situasi di Pelabuhan Gilimanuk terpantau senggang dan tidak ada lagi antrean panjang seperti hari-hari sebelumnya.
”Situasi sudah jauh lebih kondusif dan terus berangsur normal,” ujar Manager Humas PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Bintang Felfian, 38, saat dikonfirmasi pada pukul 14.30 Wita.
Menurut Bintang, kondisi di Gilimanuk sebelumnya merupakan imbas dari upaya penguraian antrean kendaraan yang menumpuk di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Guna mengurai kepadatan di sisi Jawa, ASDP bersama regulator sempat menerapkan pola operasi cepat dengan skema Tiba–Bongkar–Berangkat (TBB) di dermaga LCM.
Melalui skema ini, kapal yang sandar di Pelabuhan Gilimanuk langsung diminta putar balik ke Ketapang setelah menurunkan muatan.
”Skema tersebut cukup efektif menarik antrean kendaraan di Ketapang. Namun konsekuensinya, sempat terjadi penumpukan sementara di sisi Gilimanuk hingga mencapai 2,5 kilometer dari pintu masuk pelabuhan,” jelas Bintang. Kini, kondisi membaik seiring dikembalikannya pola operasi kapal ke skema reguler.
Sementara itu, General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko Kurniansjah, 45, melalui siaran persnya memastikan seluruh sumber daya operasional di lapangan telah dioptimalkan. Pihaknya mengoperasikan 28 hingga 30 kapal setiap hari dengan mengoptimalkan layanan di Dermaga MB, LCM, Bulusan, dan ponton.
”Bersama seluruh stakeholder, kami juga melakukan pengaturan lalu lintas, pengelompokan kendaraan, dan pemanfaatan kantong parkir Bulusan agar antrean dapat terurai secara bertahap," kata Arief.
Di sisi darat, ASDP bersama Satlantas Polresta Banyuwangi mengaktifkan kantong parkir Bulusan sebagai buffer zone yang mampu menampung sekitar 400 kendaraan logistik.
Truk golongan VI ke atas diarahkan memasuki area tersebut sebagai bagian dari delaying system. Sementara kendaraan kecil dari arah selatan Banyuwangi dialihkan melalui Jalan Lingkar Ketapang guna mengurangi kepadatan menuju pelabuhan. [*]
Editor : Hari Puspita