NEGARA, Radar Bali .id– Jalur maut Gilimanuk kembali memakan korban jiwa. Seorang pengendara sepeda motor (pemotor) asal Kecamatan Melaya meregang nyawa.
Ini terjadi setelah motor yang dikendarainya menghantam sebuah truk trailer di sebelah timur Monumen Lintas Laut, Lingkungan Penginuman, Kelurahan Gilimanuk pada Minggu, 5 Juli 2026 malam sekitar pukul 20.00 Wita.
Peristiwa tragis ini menambah daftar panjang kasus kecelakaan lalu lintas di jalur rawan Gilimanuk, yang kerap padat menjelang malam hari.
Korban diketahui bernama Sumarji, 48, seorang buruh nelayan yang tinggal di Banjar Melaya Tengah Kaja, Desa Melaya. Korban dilaporkan tewas seketika di lokasi kejadian akibat mengalami cedera kepala berat (CKB).
Menurut informasi yang dihimpun di lapangan, kronologi kejadian bermula saat korban mengendarai sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi DK 2897 FCA bergerak dari arah barat (Pelabuhan Gilimanuk) menuju ke arah timur (Denpasar).
Setibanya di lokasi kejadian, tepatnya di KM 125–126, sepeda motor korban diduga mengambil haluan terlalu ke kanan hingga masuk ke jalur berlawanan.
Sialnya, di saat yang bersamaan, dari arah berlawanan (Denpasar menuju Gilimanuk) melaju sebuah truk trailer bernomor polisi D 9440 YV. Jarak yang sudah terlanjur dekat membuat tabrakan adu jangkrik tersebut tak dapat terelakkan lagi.
”Motor korban masuk ke jalur kanan dan bertabrakan dengan truk dari arah berlawanan. Karena jarak sudah dekat, kecelakaan tidak bisa dihindari,” ujar Kanit Lantas Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, AKP Kukuh Emanuel saat dikonfirmasi.
Benturan yang sangat keras membuat bagian depan sepeda motor milik korban ringsek parah. Lampu utama pecah, kap depan hancur, dan sok depan bengkok hingga kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 5 juta.
Sementara itu, pengemudi truk trailer, Rudi Cahyono, 42, pria asal Kediri, Jawa Timur, dilaporkan selamat tanpa mengalami luka sedikit pun.
Mendapat laporan musibah ini, petugas kepolisian dari Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk langsung terjun ke lokasi untuk melakukan olah TKP, mengevakuasi korban, mengamankan barang bukti, serta mengatur arus lalu lintas jalur utama yang sempat tersendat.
Atas kejadian ini, pihak kepolisian kembali mewanti-wanti dan mengingatkan para pengendara agar tetap disiplin berada di jalur masing-masing.
Terutama saat melintas di kawasan Gilimanuk yang dikenal sebagai jalur tengkorak rawan kecelakaan, terlebih pada jam-jam malam saat kondisi fisik dan visibilitas mulai menurun.[*]
Editor : Hari Puspita