NEGARA, Radar Bali.id – Penyeberangan Selat Bali kembali diwarnai peristiwa duka. Seorang sopir bus antarkota ditemukan meninggal dunia.
Jasad ditemukan sudah tak bernyawa di dalam armada yang dikemudikannya saat Kapal Motor Penumpang (KMP) Bintang Balikpapan bersiap bersandar di Dermaga MB III Pelabuhan Gilimanuk, Selasa (14/7/2026) pagi.
Informasi yang dihimpun, korban diketahui bernama Supriyanto, 43, warga Jepara, Jawa Tengah. Korban merupakan pengemudi bus PO Putra Pandawa Karya bernomor polisi K 7576 OC yang menyeberang dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk.
Peristiwa tersebut terungkap sekitar pukul 07.30 Wita. Saat kapal memasuki proses sandar, sopir cadangan berusaha membangunkan korban yang berada di dalam bus. Namun, korban tidak memberikan respons sama sekali.
Mengetahui kondisi itu, rekan korban segera melapor kepada awak kapal. Nakhoda kemudian meneruskan informasi tersebut kepada petugas Layanan Pelabuhan Gilimanuk agar segera dilakukan penanganan medis.
Petugas Polsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk bersama tim medis karantina pelabuhan langsung menuju lokasi. Sekitar pukul 07.47 Wita, korban dievakuasi dari atas kapal menuju Puskesmas II Melaya di Gilimanuk.
Sayangnya, hasil pemeriksaan dokter memastikan nyawa korban sudah tidak dapat diselamatkan. Dari pemeriksaan awal, tubuh korban telah mengalami kaku mayat dan lebam mayat. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban berdasarkan hasil visum luar.
Dokter jaga menyebut penyebab pasti kematian belum dapat dipastikan dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut melalui autopsi apabila disetujui pihak keluarga.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk AKP Gusti Made Alit Murdiasa membenarkan adanya peristiwa tersebut. Polisi memastikan tidak ditemukan indikasi tindak pidana dari hasil pemeriksaan awal.
”Benar, ada sopir bus yang ditemukan meninggal dunia di atas kapal saat kapal akan bersandar di Pelabuhan Gilimanuk,” ujarnya.
Hingga Selasa siang (14/7/2026), jenazah korban masih berada di Puskesmas II Melaya sambil menunggu pihak perusahaan otobus berhasil menghubungi keluarga di Jepara. Sementara itu, aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Gilimanuk tetap berjalan normal dan tidak sempat terganggu akibat kejadian tersebut. [*]
Editor : Hari Puspita