Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Paus Raksasa Bertanduk 8 Meter Terdampar di Pantai Perancak, Warga Terpental Terkena Kibasan Ekor

Muhammad Basir • Rabu, 15 Juli 2026 | 06:25 WIB
TAK TERSELAMATKAN : Ikan paus dengan Panjang 7 hingga 8 meter terdampar di bibir Pantai Perancak, Banjar Perancak, Desa Perancak, Kecamatan Jembrana. (M.Basir/Radar Bali)
TAK TERSELAMATKAN : Ikan paus dengan Panjang 7 hingga 8 meter terdampar di bibir Pantai Perancak, Banjar Perancak, Desa Perancak, Kecamatan Jembrana. (M.Basir/Radar Bali)

NEGARA, Radar Bali – Seekor mamalia laut berukuran raksasa kembali ditemukan terdampar di pesisir Kabupaten Jembrana.

Paus dengan panjang diperkirakan mencapai 7 hingga 8 meter terdampar di bibir Pantai Perancak, Banjar Perancak, Desa Perancak, Kecamatan Jembrana, Selasa (14/7/2026).

Baca Juga: Dari Drama Ikan Paus Terdampar di Selat Bali: Hebohkan Warga, Menanti Air Laut Pasang untuk Bisa Kembali ke Samudera

Saat pertama kali ditemukan, paus berbobot sekitar 5 hingga 6 ton tersebut masih menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Puluhan warga bersama nelayan setempat langsung bergerak cepat berupaya menyelamatkan mamalia tersebut dengan mendorongnya ke laut lepas.

Baca Juga: Terdampar di Pantai Bunutan, Karangasem, Ini Data Fisik Ikan Paus Sperma

Namun, upaya evakuasi secara manual menemui jalan buntu. Kondisi air laut yang surut serta bobot paus yang sangat berat membuat tubuhnya sulit digeser. Bahkan, paus sempat kembali terseret ke bibir pantai setelah sebelumnya berhasil didorong agak menjauh.

Perbekel Desa Perancak I Nyoman Wijana menceritakan, paus tersebut awal mulanya terlihat di sisi timur dari titik lokasi terdampar saat ini. Nelayan yang baru kembali melaut bersama warga sekitar langsung berinisiatif melakukan penyelamatan.

”Sudah sempat digiring ke tengah laut, tetapi paus itu kembali lagi ke pinggir pantai,” kata Wijana, Selasa (14/7/2026).

Proses penyelamatan pun tidak berjalan mudah dan sempat diwarnai kepanikan. Saat warga bergotong royong menarik dan mendorong tubuh mamalia raksasa tersebut, kibasan ekor paus yang kuat sempat mengenai beberapa warga hingga terpental. Beruntung tidak ada korban yang mengalami luka serius.

Wijana menyebutkan, sekitar 30 warga masih bertahan di lokasi untuk terus berupaya menyelamatkan sang paus selama napasnya masih terpantau.

”Kalau bisa segera ditolong, mudah-mudahan masih bisa diselamatkan. Warga masih terus berupaya,” ungkapnya.

Kendati demikian, pihak desa mengakui evakuasi manual hampir mustahil dilakukan mengingat ukuran dan beratnya yang mencapai 6 ton di kala air laut surut.

Hingga saat ini, jenis paus tersebut belum dapat dipastikan dan pihak desa masih menunggu kedatangan tim ahli serta instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut. [*]

Editor : Hari Puspita
mamalia raksasa perancak jembrana ikan terdampar ikan paus