GIANYAR, Radar Bali.id – Video dialog panas antara pengelola pusat kebugaran (gym) mengusir tiga orang warga negara asing (WNA) diduga dari Israel viral di media sosial. Peristiwa tersebut diketahui terjadi di Ayenda Gym, kawasan Desa Kemenuh, Kecamatan Sukawati.
Baca Juga: Dituduh Tampung Warga Israel, The Network School Tuntut Anwar Ibrahim
Dalam klarifikasinya di akun Instagram Ayenda Gym, Samir, menegaskan langkah tersebut diambil sebagai sikap menolak melayani pengunjung yang diduga merupakan anggota Pasukan Pertahanan Israel (IDF).
Pengunjung tersebut juga dinilai berbuat tidak menyenangkan terhadap staf lokal.
Dalam video itu, pengelola sempat bertanya mengenai kewarganegaraan. Selanjutnya, pengelola berdebat secara langsung dengan salah satu WNA di lokasi.
”Kalian bertugas di IDF? Jadi saya tidak membahas. Kalian bahkan tidak diizinkan berada di negara ini. Dan bersyukur, karena saya tidak melibatkan polisi,” ujar pengelola gym dalam video tersebut, Rabu (19/8/2026).
”Ketika saya tanya, mereka bilang orang Israel. Jadi saya bilang kita tidak melayani orang Israel. Kami juga tidak melayani siapa pun yang kasar ke staf kami,” ungkapnya.
Pengelola gym membantah tuduhan bahwa pengusiran dilandasi isu keagamaan.
Usai debat tersebut, halaman Google Maps Ayenda Gym diserbu ulasan negatif. Salah satu akun bernama יונתן בית הלוי melayangkan tuduhan rasisme dan mengklaim diusir atas dasar agama.
Sementara itu, akun atas nama Полина Коновалова menyuarakan kecewa dan mengaku ditolak masuk karena dikira seorang Yahudi.
Menanggapi ketegangan yang ramai di ruang publik ini, pihak kepolisian setempat mulai mengumpulkan informasi. Kasi Humas Polres Gianyar, Ipda I Gusti Ngurah Suardita menyatakan kepolisian tengah melakukan pendalaman. ”Terkait hal ini kami masih konfirmasi. Sampai saat ini tidak ada pengaduan ke Polsek maupun Polres,” pungkasnya. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali