Dua Hari Berturut-turut Jembrana Membara, Belasan Hektare Lahan Dihantam Si Jago Merah

Muhammad Basir • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 04:36 WIB
KARHUTLA DI JEMBRANA MEMBARA  : Petugas Damkar memadamkan api kebakaran lahan di Jembrana. (foto:Damkar Jembrana)
KARHUTLA DI JEMBRANA MEMBARA  : Petugas Damkar memadamkan api kebakaran lahan di Jembrana. (foto:Damkar Jembrana)

NEGARA, Radar Bali.id – Ancaman kebakaran lahan di wilayah Kabupaten Jembrana kian mengkhawatirkan. Dalam kurun waktu dua hari berturut-turut, tim pemadam kebakaran setempat harus bekerja ekstra keras memadamkan kobaran api yang membakar belasan hektare lahan di dua lokasi berbeda.

Baca Juga: Sudah Memasuki Puncak Kemarau, Kebakaran Lahan di Jembrana Mulai Mengancam: Lahan KBS Park Pekutatan Membara

Peristiwa pertama terjadi di Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan pada Rabu malam (19/8/2026), disusul insiden kedua di Lingkungan Samblong, Kelurahan Sangkar Agung, Kecamatan Jembrana pada Kamis (20/8/2026).

Baca Juga: Diduga Akibat Puntung Rokok, Kebun Milik Warga Nusasari Jembrana Ludes Terbakar

Kasi Pemadam dan Penyelamatan Dinas Damkar dan Penyelamatan Jembrana, Kade Bagus Darmawan menjelaskan, kebakaran di Desa Pekutatan terdeteksi pertama kali pada Rabu malam (19/8/2026) sekitar pukul 20.22 Wita. Dalam musibah tersebut, api dengan cepat melahap lahan seluas kurang lebih lima hektare.

Proses pemadaman berlangsung cukup sengit dan memakan waktu hingga 3,5 jam. Sebanyak empat unit armada damkar dikerahkan ke lokasi dengan menghabiskan pasokan air mencapai 16.500 liter untuk memastikan tidak ada sisa bahan bakar yang berpotensi memicu api kembali.

"Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut,” ujar Kade Bagus Darmawan.

Belum usai penanganan di Pekutatan, musibah serupa kembali berulang pada Kamis pagi (20/8/2026) sekitar pukul 10.30 Wita di Lingkungan Samblong. Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh I Kadek Indra Gunawan, seorang pekerja kandang ayam di sekitar lokasi.

Saat beristirahat, Indra dikagetkan oleh suara letupan keras yang terdengar berulang kali. Saat mengecek ke luar, ia melihat kepulan asap tebal dan kobaran api telah membakar rumpun bambu serta lahan kering di sebelah barat laut lokasi kerjanya.

”Saksi bersama rekan-rekannya sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sebelum akhirnya melapor ke petugas damkar,” jelas Bagus.

Menerima laporan warga, Regu 2 Damkar Jembrana langsung meluncur ke lokasi kejadian selang 10 menit kemudian. Petugas segera melakukan lokalisasi dan penyekatan area agar kobaran api tidak merembet ke bangunan kandang ayam di sekitarnya.

Lahan seluas kurang lebih lima are berhasil dipadamkan dalam waktu satu jam menggunakan empat armada damkar dan sekitar 16.500 liter air. Hingga pemadaman selesai, pemilik lahan dan penyebab pasti munculnya titik api belum diketahui.

Menyikapi maraknya insiden kebakaran lahan, Kade Bagus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra, mengingat kondisi vegetasi yang relatif kering saat ini sangat rentan terbakar.

”Kami minta warga menghindari aktivitas yang berpotensi memicu percikan api. Dalam kondisi cuaca dan lahan yang kering, api dapat membesar dan meluas dalam hitungan menit,” imbaunya. [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
kemarau kering karhutla Damkar Jembrana kebakaran lahan