Masih Terus Terjadi, Kebakaran Lahan di Jembrana Damkar Dikerahkan ke Pekutatan

Muhammad Basir • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 08:54 WIB
Ilustrasi kebakaran lahan. (gambar digital gemini/radar bali)
Ilustrasi kebakaran lahan. (gambar digital gemini/radar bali)

NEGARA, Radar Bali.id – Kebakaran lahan kembali melanda wilayah Kabupaten Jembrana. Kobaran api menghanguskan lahan eks perkebunan Perumda Bali yang rencananya akan digunakan untuk pembangunan taman Kerthi Bali Semesta (KBS) di Banjar Pasar, Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan, Rabu (26/8/2026) petang.

Baca Juga: Kebakaran Lahan di Kubu Marak, Damkartan Karangasem Terhadang Sinyal Blank dan Minim Personel

Kepala Seksi Pemadam dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Jembrana Kade Bagus Darmawan mengatakan, kebakaran diketahui sekitar pukul 18.20 Wita. Api pertama kali dilihat warga setempat, I Nengah Ariasa, yang saat itu hendak membeli makanan di Pasar Pekutatan.

Baca Juga: Sudah Memasuki Puncak Kemarau, Kebakaran Lahan di Jembrana Mulai Mengancam: Lahan KBS Park Pekutatan Membara

”Warga melihat ada kobaran api di lahan. Karena khawatir api semakin membesar, yang bersangkutan kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pos polisi terdekat,” terang Kade Bagus Darmawan.

Laporan tersebut diteruskan oleh anggota polisi lalu lintas ke Mako Damkarmat Jembrana. Regu 2 yang sedang berjaga langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

Petugas mengerahkan empat unit armada pemadam untuk menjinakkan kobaran api. Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam, dengan waktu tempuh menuju lokasi sekitar 30 menit. ”Api berhasil dipadamkan setelah petugas melakukan penanganan kurang lebih satu jam,” jelasnya.

Dari pendataan petugas, lahan yang terbakar diperkirakan mencapai lima are. Beruntung, kebakaran tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka. Sementara kerugian material belum dapat dipastikan.

Terkait penyebab kebakaran, hingga kini masih belum diketahui. Petugas memastikan api sudah berhasil dikendalikan sehingga tidak merembet ke area lain di sekitar lokasi. Kejadian ini kembali menjadi peringatan di tengah musim kemarau, mengingat kondisi lahan yang kering membuat api berpotensi cepat meluas jika tidak segera ditangani. [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
kemarau kering lahan kering karhutla Damkar Jembrana kebakaran