MENDOYO, RadarBali.id– Bara api dari tungku tradisional diduga menjadi pemicu kebakaran dapur milik Ni Gusti Ayu Kade Ginten, 81, warga Banjar Ngoneng, Desa Mendoyo Dauh Tukad, Kecamatan Mendoyo.
Baca Juga: Siaga Hadapi Kebakaran dan Longsor di Tabanan, 150 Personel BPBD Gabungan Disiagakan
Peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada Selasa, 1 September 2026. Dapur semipermanen berukuran sekitar 4 x 2,5 meter itu terbakar saat ditinggal pemiliknya pergi ke kebun.
Kapolsek Mendoyo Kompol I Wayan Sartika mengatakan, peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 10.30 Wita. Saat kejadian, Ginten baru saja selesai memasak menggunakan tungku tradisional berbahan bakar kayu kering.
Baca Juga: Cegah Kebakaran, Dispar Bali Minta Pengelola Desa Wisata Tingkatkan Kewaspadaan
”Korban mengaku sudah mematikan tungku setelah selesai memasak. Namun, masih terdapat bara api,” terang Kompol Sartika.
Kondisi dapur yang menyimpan banyak bahan mudah terbakar membuat api dengan cepat membesar. Di sekitar tungku terdapat tumpukan daun kelapa kering atau danyuh. Selain itu, di dalam dapur juga tersimpan kayu bakar kering dan sekitar 50 ikat sapu lidi.
Kebakaran pertama kali diketahui Dewa Komang Siramini, yang rumahnya berada di sebelah selatan dapur. Saat itu, saksi baru selesai mandi dan melihat api sudah membakar bangunan dapur. ”Saksi kemudian berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar,” imbuhnya.
Warga yang berdatangan sempat berupaya memadamkan api secara manual. Namun, usaha tersebut tak membuahkan hasil karena kobaran api semakin membesar. Salah seorang warga kemudian menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Jembrana.
Di sisi lain, pemilik dapur bersama istrinya, Ni Ketut Sekarini, saat itu baru tiba di rumah setelah pergi berbelanja. Petugas Damkar tiba sekitar pukul 10.40 Wita dengan mengerahkan empat unit armada.
Proses pemadaman berlangsung sekitar 20 menit. Sekitar pukul 11.00 Wita, api berhasil dijinakkan sehingga tidak sampai merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Kasi Pemadam dan Penyelamatan Jembrana Kade Bagus Darmawan mengatakan, penanganan kebakaran melibatkan empat unit armada dengan total kapasitas tangki 16.500 liter.
Dalam proses pemadaman, petugas menghabiskan sekitar 10 ribu liter air. ”Waktu tempuh sekitar 10 menit. Penanganan berlangsung kurang lebih satu jam 30 menit,” jelasnya.
Dari hasil pendataan sementara, penyebab kebakaran diduga berasal dari sisa bara api tungku tradisional yang digunakan korban untuk memasak. Saat meninggalkan dapur, korban memang telah mematikan api menggunakan air, namun bara diduga masih tersisa.
Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian tersebut. Meski demikian, bangunan dapur beserta sejumlah barang di dalamnya mengalami kerusakan akibat dilalap api.
Polsek Mendoyo mencatat kerugian materiil akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp 30 juta. Sementara itu, pihak Damkar memperkirakan kerugian bangunan dan barang yang terbakar sekitar Rp 5 juta berdasarkan pendataan awal di lokasi.
Darmawan mengimbau masyarakat yang masih menggunakan tungku tradisional agar memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan rumah.
Terlebih, keberadaan kayu bakar, daun kelapa kering, dan bahan mudah terbakar lainnya di sekitar tungku dapat mempercepat penyebaran api.
”Pastikan api dan bara benar-benar padam sebelum meninggalkan rumah, terutama jika di sekitar tungku terdapat bahan yang mudah terbakar,” tandasnya. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali