SINGARAJA, Radar Bali .id– Amukan si jago merah menghanguskan sedikitnya sembilan bangunan di wilayah Banjar Dinas Sila Darma, Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 22.00 Wita. Insiden tersebut diduga kuat dipicu oleh korsleting listrik.
Baca Juga: Bali Dikepung Kekeringan dan Karhutla Imbas Kemarau Ekstrem, Ini Langkah Pemerintah
Bangunan yang terbakar terdiri dari 7 rumah toko (ruko) dan 2 rumah dengan total luas area mencapai 11 are. Lokasinya berada tepat di sebelah selatan Monumen Singa Ambara Raja Tejakula yang memang dikenal padat deretan ruko.
Baca Juga: Awas! Sudah Memasuki Musim Kemarau, Buleleng Punya 13 Desa Rawan Karhutla
Awalnya, Pande Made Sudiatmika, 27, dan Pande Nyoman Sudiasa, 20, warga setempat yang berada di dalam rumah mendadak mendengar teriakan anak-anak di jalan raya yang memberitahukan adanya kebakaran. Kedua saksi kemudian keluar untuk memastikan sumber suara tersebut.
”Setelah dilihat, ternyata api sudah besar di dalam ruko milik Luh Sayang. Keduanya berusaha memadamkan api menggunakan selang, sambil meminta tolong kepada warga sekitar,” ujar Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz pada Rabu (2/9/2026).
Lantaran api semakin membesar dan dengan cepat menjalar ke bangunan di sekitarnya, Sudiatmika langsung melaporkan kejadian tersebut ke anggota Satpol PP kecamatan yang kemudian diteruskan ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Buleleng.
Armada pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 23.10 Wita. Mengingat ruko yang terbakar posisinya berjejer rapat, petugas langsung bergerak cepat memadamkan kobaran api agar tidak meluas ke area permukiman lain.
Seluruh korban pemilik bangunan merupakan warga Desa Tejakula, yaitu Made Murniati, 65, dan Luh Sayang, 52, yang masing-masing memiliki 2 ruko. Lalu De Polih, 68; Ketut Suwita, 65; dan Ketut Carini, 60, yang masing-masing memiliki 1 ruko, serta Made Widiadnyana, 40, pemilik rumah.
Berbagai barang berharga ludes terbakar. Di dalam tujuh ruko, barang yang hangus meliputi pakan ternak, tabung gas, dan barang dagangan. Sedangkan di dalam rumah, api membakar kasur, lemari, serta pakaian. Total kerugian materiil ditaksir mencapai Rp689 juta.
”Pemadaman berlangsung selama 3 jam dengan menghabiskan 4 tangki air. Dugaan awal penyebab kebakaran adalah korsleting listrik, karena kabel listrik dan bebannya tidak sebanding,” ungkap Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Buleleng, I Gede Arya Suardana bersama Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna usai menggelar investigasi di lokasi kejadian. [*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali