SINGARAJA, Radar Bali.id – Jenazah Marcin Dawid, 44, Warga Negara Asing (WNA) asal Polandia yang tenggelam di Pantai Tembles, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana pada Minggu (30/8/2026), akhirnya diserahkan kepada pihak kerabat untuk dikremasi pada Senin (7/9/2026).
Baca Juga: Tim SAR Terkendala Gelombang Tinggi, Keberadaan Turis Polandia Hilang Masih Misterius
Kepolisian memastikan korban meninggal dunia murni akibat kecelakaan tenggelam.
”Jenazah sudah kami serahkan ke perwakilan keluarga yang datang,” ujar Kasat Polairud Polres Jembrana, AKP I Putu Suparta, saat dikonfirmasi di RSU Negara pada Senin (7/9/2026).
Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Bali, sejumlah rekan dan kerabat korban telah mendatangi depan Ruang Jenazah RSU Negara. Mereka menghadiri prosesi penyerahan jenazah dari pihak kepolisian kepada keluarga sekitar pukul 09.00 Wita.
Jenazah kemudian dipindahkan ke mobil ambulans bernomor polisi DK 1516 JG yang merupakan armada operasional krematorium.
”Selanjutnya, keluarga melakukan kremasi jenazah di Krematorium Bahagia di Pekutatan,” lanjut AKP Suparta.
Kepolisian menjelaskan, berdasarkan serangkaian proses identifikasi dan tahapan penyelidikan, Marcin Dawid dinyatakan meninggal dunia akibat kecelakaan terseret arus laut saat berenang di Pantai Tembles. Petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Jenazah korban sendiri berhasil ditemukan beberapa hari kemudian di kawasan pesisir Pantai Air Kuning, Kecamatan Jembrana.
Peristiwa naas tersebut bermula saat korban bersama rekannya berinisial TN, seorang WN Jepang, mendatangi salah satu tempat yoga di pinggir Pantai Tembles pada Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 18.00 Wita. Sejam berselang, korban memutuskan untuk berenang di laut, sementara rekannya menunggu di area tempat yoga.
Namun hingga pukul 21.00 Wita, korban tidak kunjung kembali. Pengelola tempat yoga yang berupaya melakukan pencarian di seputaran pesisir pantai saat itu tidak menemukan keberadaan korban hingga akhirnya dilaporkan ke pihak berwajib. .[*]
Editor : Hari PuspitaSumber : Radar Bali