Dihantam Arus Kuat saat Diving di Crystal Bay, Turis Asal Malaysia Meninggal

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 08:01 WIB
NAHAS SAAT MENYELAM: Evakuasi jenazah wisatawan asal Malaysia yang meninggal dunia saat berwisata di Nusa Penida. (Foto: Humas Polres Klungkung)
NAHAS SAAT MENYELAM: Evakuasi jenazah wisatawan asal Malaysia yang meninggal dunia saat berwisata di Nusa Penida. (Foto: Humas Polres Klungkung)

NUSA PENIDA, Radar Bali.id – Peristiwa tragis kembali menimpa wisatawan saat beraktivitas bahari di kawasan perairan Nusa Penida. Seorang wisatawan perempuan asal Malaysia, Siti Nuraini Binti Rusidi meninggal dunia.

Baca Juga: Maut di Crystal Bay, WNA Asal Inggris Tewas Tenggelam saat Berenang

Ini setelah korban mengalami kondisi darurat saat menyelam di Perairan Crystal Bay, Desa Sakti, Kecamatan Nusa Penida, Rabu, 16 September 2026.

Peristiwa memilukan tersebut bermula saat korban bersama rombongan berangkat dari pelabuhan sekitar pukul 08.00 Wita untuk melakoni aktivitas diving di dua lokasi, yakni Manta Bay dan Crystal Bay. Setibanya di lokasi pertama di Manta Bay, korban sempat mengalami batuk-batuk. Pemandu selam, Eugenius Francisco Ray, sempat menanyakan kondisi kesehatannya sebelum menyelam.

"Namun korban menyatakan masih sanggup dan mampu mengikuti kegiatan, sehingga sesi penyelaman pertama tetap dilanjutkan dan berjalan lancar," terang Kasi Humas Polres Klungkung Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa, Kamis, 17 September 2026.

Usai menyelam di Manta Bay, rombongan melanjutkan perjalanan ke lokasi kedua di Crystal Bay. Sekitar pukul 11.00 Wita, rombongan tiba di lokasi. Pemandu kembali menanyakan kondisi korban dan korban memastikan tetap ikut menyelam. Saat berada di bawah air, rombongan sempat dihantam arus cukup kencang namun masih bisa bertahan.

Tak berselang lama, muncul gulungan arus kedua yang jauh lebih kuat hingga menyebabkan tiga penyelam lainnya terseret. Pemandu lantas memberi isyarat agar korban tetap diam di posisi aman, sementara pemandu bergerak menyelamatkan tiga peserta yang terseret arus.

"Setelah arus mereda, pemandu bersama tiga peserta tersebut kembali mencari korban dan melihat korban sedang menyelam bersama rombongan lain yang dipandu Wando Salone," jelasnya.

Pemandu lain, Wando Salone, melihat korban memberi isyarat kehabisan pasokan oksigen dan tampak panik hingga sempat melepaskan alat penutup pernapasan dari mulutnya. Salone bergegas memberikan regulator cadangan miliknya, meski sempat ditepis oleh korban yang panik. Salone terus memastikan alat pernapasan terpasang kembali dengan benar lalu segera membimbing korban naik ke permukaan.

"Sesampainya di permukaan, Salone langsung menaikkan korban ke atas perahu boat," lanjutnya.

Saat berada di atas boat, kapten perahu dan Salone mendapati korban mengeluarkan busa dari hidung dan mulutnya, meski saat itu masih memberikan respons terbatas. Kapten perahu dengan cepat melarikan korban menuju Dive Concepts Lembongan untuk selanjutnya ditangani tim medis Klinik Nusa Medika.

"Namun saat dijemput pihak Klinik Nusa Medika, korban sudah tidak merespons. Korban dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan dari Crystal Bay menuju Dive Concepts Lembongan," tegasnya.

Jenazah korban akhirnya dievakuasi sekitar pukul 17.00 Wita menggunakan perahu milik Dive Concepts Lembongan melalui Pelabuhan Syahbandar Desa Jungutbatu menuju Pelabuhan Sanur, Denpasar, sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Bali Mandara.

Berdasarkan pemeriksaan awal tim medis Nusa Medika, korban diduga kuat meninggal dunia akibat henti napas (apnea), meski kepastian medisnya masih menunggu pemeriksaan lanjutan. "Pihak keluarga berencana melakukan tindakan otopsi. Kasus ini masih ditangani secara intensif oleh Unit Reskrim Polsek Nusa Penida," pungkasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
perairan crystal bay musibah nusa penida turis malaysia kecelakaan