Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

“Saya Dianggap Kotoran, Saya Tahu Diri, Jadi Saya Harus Keluar”

Donny Tabelak • Jumat, 24 Mei 2019 | 17:15 WIB
saya-dianggap-kotoran-saya-tahu-diri-jadi-saya-harus-keluar
saya-dianggap-kotoran-saya-tahu-diri-jadi-saya-harus-keluar

SEMARAPURA – Terkuak sudah alasan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta mundur dari Partai Gerindra yang membesarkan namanya selama ini.


Selain ingin fokus menyelesaikan tugasnya sebagai Bupati Klungkung, Suwirta merasa tidak dibutuhkan lagi di Partai Gerindra.


Hal itu terjadi setelah dirinya mengetahui dikeluarkan dari grup WhatsApp (WA) DPC Partai Gerindra Klungkung.


“Saya dulu juga bukan orang partai sehingga pikiran saya lebih banyak mengentrepreneur masyarakat,” ujar Bupati Suwirta.


Menurutnya, keputusan mundur itu tidak dia ambil langsung. Pasalnya, setelah mengetahui dikeluarkan dari grup,


selama berada di Malaysia untuk cek kesehatan, dia terus merenungkan isi screenshot percakapan grup WA DPC Partai Gerindra Klungkung.


Isi WA itu tidak hanya berisi pemberitahuan dirinya dikeluarkan dari grup, namun juga tentang kalimat komentar salah satu anggota yang mengatakan “Gerindra harus bersih-bersih”.


Setelah lama merenung sendiri dan terus melakukan komunikasi dengan sang istri, ia akhirnya memutuskan untuk mundur dari Partai Gerindra.


“Katanya mau bersih-bersih, berarti saya kotor. Karena saya menganggap saya kotoran di sana, saya keluar saja. Mereka kasih jalan, ya saya harus tahu diri.


Karena saya bukan anggota partai yang militan. Saya juga tidak pernah bisa mengurus partai,” beber Suwirta. Apakah sudah ada dari pihak Gerindra yang menghubungi?


“Belum ada dari Partai Gerindra yang menghubungi saya,” ujarnya. Terkait dirinya yang tidak mengantar sendiri surat pernyataan pengunduran diri dan KTA Gerindra, dia mengaku orang yang sangat sensitif.


“Saya tidak tega melihat situasi ini. Tetapi, saya tahu diri. Karena saya dikasih jalan maka saya ikuti jalan itu,” kata ayah tiga orang anak ini. 

Editor : Donny Tabelak
#bupati klungkung