Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Perda Haluan Pembangunan Bali Masa Depan - Golkar Bali Sarankan Filosofi Catur Purusa Artha

Ni Kadek Novi Febriani • Jumat, 7 Juli 2023 | 04:42 WIB
KESEIMBANGAN STRUKTUR EKONOMI: Ketua DPD Golkar Bali, Nyoman Sugawa Korry
KESEIMBANGAN STRUKTUR EKONOMI: Ketua DPD Golkar Bali, Nyoman Sugawa Korry

DENPASAR, Radar Bali - Disahkannya Rancangan Perda Haluan Pembangunan Bali  Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125 menandakan proses politik yang cukup panjang terwujud dalam bentuk peraturan daerah.

Dari pemaparan Gubernur Bali dalam sidang paripurna DPRD Bali,  raperda telah diawali kajian akademis oleh tim ahli dari berbagai bidang. Selain itu, dibahas  dalam  Focus Discussion Group (FGD) dan seminar.

Kemudian untuk selanjutnya dituangkan dalam konsideran, batang tubuh, penjelasan, dan lampiran-lampiran.

Ketua DPD Partai Golkar Bali Nyoman Sugawa Korry yang juga Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali mengatakan sikap Golkar terhadap hal tersebut.

Partai Golkar mencermati yang dituangkan dalam pandangan umum Fraksi Partai Golkar DPRD Bali, setelah dibahas secara cermat bersama kader dan tim ahli di Partai Golkar.

Ada tiga hal mendasar yang menjadi pokok- pokok pikiran Partai Golkar. Pertama aspek filosofis yang diketengahkan adalah Sad Kerthi dan Tri Hita Karana mereka sependapat, tetapi hendaknya ditambahkan lagi aspek filosofisnya dengan Catur Purusa Artha.

Hal ini dikarenakan  pembangunan di segala bidang yang dilaksanakan ke depan salah satu arah yang dituju adalah manusianya, yaitu tujuan hidup manusia itu sendiri yaitu Catur Purusa Artha (dharma, artha, kama, dan moksa) karena itu sudah berlaku universal.

"Kedua, diusulkan arah pembangunan ekonomi ke depan, yaitu terwujudnya keseimbangan baru struktur ekonomi Bali.

Karena struktur ekonomi saat ini, merupakan ketidakseimbangan struktur ekonomi yang merupakan kebalikan dari struktur ekonomi tahun 1970-an yang didominasi sektor primer," terangnya. 

Kemudian ketiga, apresiasi terhadap fungsi dan peranan puri dalam pelestarian adat dan budaya di Bali.

Puri tidak diubah  dalam konteks membantu restorasi, renovasi, dan perbaikan puri-puri  yang ada, tetapi diarahkan dalam rangka mendukung puri-puri menjalankan fungsi dan program pelestarian adat dan budaya di Bali. 

"Setelah melalui proses diskusi yang cukup intens, gubernur yang memimpin tim eksekutif merespons dan menyepakati untuk mengakomodasi pokok-pokok pikiran tersebut dalam perda tersebut," ujar politikus asal Banyuatis, Buleleng ini. 

Sugawa Korry menambahkan Golkar  mengapresiasi kebijakan tersebut  sangat mendukung agar Bali ke depan didorong lebih maju dan modern yang tetap menjaga nilai-nilai kearifan adiluhung.

"Maju semaju-majunya, modern se-modern-modernnya, ekonomi bertumbuh dan kuat sekuat-kuatnya. Tetapi kita tetap menjaga dan mengawal nilai-nilai kearifan lokal adiluhung Bali," tandas doktor jebolan Universitas Brawijaya, Malang itu. (feb/ken)

Editor : Rosihan Anwar
#golkar bali #gubernur bali #dprd bali