Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Pelestarian Budaya, De Gadjah Mageret Pandan di Tenganan, Lengkap Kenakan Kain Gringsing

Ni Kadek Novi Febriani • Senin, 10 Juli 2023 | 17:52 WIB
NGATUR AYAH: De Gadjah (kiri) mengikuti perang pandan di Desa Adat Tenganan Dauh Tukad, Jumat (7/7/2023). (Radar Bali Photo)
NGATUR AYAH: De Gadjah (kiri) mengikuti perang pandan di Desa Adat Tenganan Dauh Tukad, Jumat (7/7/2023). (Radar Bali Photo)

DENPASAR, Radar Bali - Menarik, Ketua DPD Partai Gerindra Bali Made Muliawan Arya atau yang akrab disapa De Gadjah ikut ngayah mengikuti perang pandan di Desa Adat Tenganan Dauh Tukad, Jumat (7/7/2023).

Mengikuti tradisi mageret pandan atau yang dikenal dengan perang pandan adalah hal yang baru baginya. Walau perih karena duri-duri pandan , tapi De Gadjah sangat bahagia bisa berpartisipasi dalam tradisi yang dilestarikan secara turun temurun. 

“Saya ngatur ayah ( persembahan, red) dalam perang pandan bagian dari aci ya upacara kami sebagai orang Bali ingin ngatur ayah,” ucap Wakil Ketua DPRD Denpasar saat diwawancarai kemarin. 

De Gadjah menggunakan kamen kain tenun gringsing serta sarana lengkap, seperti ende atau perisai dan pandan.

Ikut perang pandan bagian berkontribusi untuk promosi dan melestarikan adat istiadat budaya Bali.

Karena tradisi unik ini merupakan warisan budaya leluhur yang dimiliki Desa Tenganan.

Menurutnya, semua daerah memiliki alam yang indah tapi tidak memiliki budaya dan tradisi seperti Bali. “Itu yang membedakan Bali dengan daerah lainnya, yaitu budayanya,” imbuh Ketua Pertina Bali ini. 

Lebih lanjut diutarakan, ia sangat senang berpartisipasi hal yang baik dan positif apalagi berkaitan dengan budaya Bali. De Gadjah sudah siap sakit berdarah-darah karena duri pandan. Sebelum tarung, hanya berdoa dan meminta restu dengan Tuhan Yang Maha Esa.

“Persiapan utama doa restu dari Tuhan supaya ngatur ayah dilancarkan. Intinya sebenarnya itu sebagai masyarakat Bali cinta akan budaya kita,” tegasnya. 

Sama seperti Ketua Umum Prabowo Subianto yang berkomitmen sangat peduli dengan budaya. Instruksi Prabowo Subianto untuk senantiasa berada di tengah-tengah masyarakat.

Baginya dengan ikut dalam ritual perang pandan ini juga menjalin silaturahmi dengan para sahabatnya di Desa Tenganan Karangasem.

Dalam mengikuti ritual ini karena tidak lepas dari sifatnya senang bergaul dengan siapapun, walau harus jauh-jauh datang dari Denpasar ke Karangasem.

“Saya senang bergaul tanpa melihat warna kulit dimanapun saya suka bergaul bisa bergaul menjadi bagian mereka semua,” terangnya.

Usai acara, pada kesempatan tersebut De Gadjah juga menyerahkan bantuan untuk perbaikan bale agung kepada ketua panitia. (feb)

Editor : Rosihan Anwar
#perang pandan #prabowo subianto #De Gadjah #Ketua DPD Partai Gerindra Bali Made Mulyawan Arya atau De Gadjah