Pemilihan Perbekel Serentak di Buleleng, Pemerintah Petakan Wilayah Konflik

Eka Prasetya • Dipublikasikan Jumat, 22 September 2023 | 13:05 WIB

Rapat pembahasan daerah rawan konflik pada Pilkel Buleleng.
Rapat pembahasan daerah rawan konflik pada Pilkel Buleleng.
 

SINGARAJA– Pemerintah mulai melakukan pemetaan terhadap daerah yang rawan konflik pada ajang Pemilihan Perbekel (Pilkel) serentak, yang akan dilaksanakan pada Minggu (24/9). Pemerintah juga berharap kepolisian memperketat pengamanan di daerah rawan konflik.

Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekkab) Buleleng, Gede Suyasa mengatakan, pihaknya sudah duduk bersama dengan kepolisian dan TNI untuk memetakan daerah rawan konflik. Secara umum pihaknya sudah dapat memetakan tingkat risiko, hingga ke tingkat Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Sayangnya Suyasa enggan menyebutkan desa-desa tersebut. “Untuk daerah rawan sudah pasti ada. Tetapi tidak bisa kami buka karena itu data untuk kepentingan pendeteksian dini,” ungkapnya

Suyasa menyebut, penentuan daerah rawan konflik berdasarkan beberapa aspek. Seperti lokasi, jumlah peserta, dan karakteristik calon. Termasuk memetakan potensi konflik. Sebab perebutan kursi perbekel kali ini ada yang mempertemukan petahana dengan staf desa, maupun dengan pengurus adat.

Di sisi lain, Panitia Pilkel serentak sudah melakukan pendistribusian logistik. Semua logistik baik kotak suara, surat suara, dan tinta telah didistribusikan ke semua desa yang melaksanakan Pilkel.

“Logistik sudah semua sampai ke desa. Sudah mulai dari Sabtu (16/9) lalu. Pendistribusian menggunakan mobil pikap,” kata Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Buleleng Made Dwi Adnyana.

Kini tahapan pilkel sudah masuk masa tenang. Para calon dan timnya telah diminta melucuti alat peraga kampanye yang terpasang. (*)

Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Bali
rawan konflik pilkel serentak konflik pemkab buleleng