Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Baliho Kaesang Marak Terpasang di Bali, Hasto Kristiyanto: Kok Cepat Sekali Terpasang di Seluruh Bali?

Ni Kadek Novi Febriani • Minggu, 5 November 2023 | 17:00 WIB
HERAN : Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, heran baliho Kaesang cepat sekali terpasang di penjuru Bali.
HERAN : Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, heran baliho Kaesang cepat sekali terpasang di penjuru Bali.

DENPASAR, RadarBali.id- Sekretaris Jenderal  (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP),  Hasto Kristiyanto, menyampaikan keheranannya atas maraknya gambar Kaessang Pengarep di Bali. Begitu cepat dan begitu marak terpasang di penjuru.

Hal ini disampaikan dalam sambutannya di acara dukungan Forum Komunikasi Keluarga Besar Alumni Angkatan Muda Muhammadiyah Bali, di Denpasar, Sabtu (4/11/2023).

Hasto menyoroti baliho Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep yang bertebaran di pelosok Bali. Katanya, saat ia mengobrol dengan Ketua DPD PDIP Bali Wayan Koster, Koster sempat menghitung atau memperkirakan sepertinya per kabupaten lebih dari 1000 baliho.

 Hasto merasa heran orang yang baru dua hari jadi anggota kemudian didapuk jadi ketua umum dan baliho dipasang di mana-mana di Bali.

 “Nilainya berapa, siapa yang masang. Kok , tiba tiba-tiba beredar cepat di  seluruh pelosok Bali, ya? Sementara pengurusnya saja banyak tidak ada yang kenal. Ini dari mana? Apakah melakukan perizinan, darimana  biayanya  siapa yang memasang. Ini jadi pertanyaan dari teman teman dan dari Alumni Angkatan Muda Muhammadiyah  Bali yang terkenal kritis," ungkapnya. 

Politikus kelahiran 7 Juli 1966 juga terus menyindir Presiden Jokowi yang memberikan karpet merah untuk anaknya Gibran Rakabuming Raka menjadi cawapres padahal melanggar aturan karena usia belum 40 tahun.

Sehingga dianggap melakukan manipulasi hukum demi kepentingan negara. 

"Tadi saya berdialog ketika datang di Bali  saya bertanya dengan beberapa portir yang di airport bagaimana suasana kebatinan mereka  dan mereka mencatat bahwa ketika ambisi kekuasaan itu dilakukan  secara berlebihan rakyat mencatat rakyat memiliki suatu kepekaan  nurani memiliki suatu kebijaksaan yang  terdalam tentang prilaku dari elit pemimpin," tuturnya. 

"Tentang prilaku, ada yang menggunakan manipulasi hukum demi kepentingan keluarga. Dan sekarang kita lihat begitu banyak budayawan cendikiawan para guru besar, mahasiswa,  dan para tokoh-tokoh demokrasi para ahli hukum tata negara bersatu padu melakukan koreksi, supaya hakim MK seharusnya memiliki sikap kenegarawanan ketika itu demokrasi dikebiri, " sindirnya. 

Menurut Hasto,  pasangan Ganjar-Mahfud adalah pasangan yang komplet karena setidaknya punya pengalaman di eksekutif dan legislatif. Mahfud MD juga memiliki pengalaman di lembaga yudikatif. Sehingga bisa menempatkan mana urusan pribadi atau keluarga dan yang mana urusan negara. [*]

 

 

Editor : Hari Puspita
#pilpres 2024 #kaesang #baliho