SINGARAJA– Mundurnya konten kreator Puja Astawa sebagai calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Golkar, diyakini memengaruhi perolehan suara Partai Golkar. Terutama di Daerah Pemilihan (Dapil) Buleleng 1 Kecamatan Buleleng. Golkar harus menghitung ulang target suara yang akan diperoleh di dapil tersebut.
Sekretaris DPD II Golkar Buleleng, Ketut Susila Umbara membenarkan bila Puja Astawa mengundurkan diri. Pengunduran diri itu ia ketahui lewat staf di DPD II Golkar Buleleng pada Rabu (22/11) lalu.
Menurut Susila awalnya Puja Astawa semangat maju sebagai caleg. Ia pun berinisiatif mengurus setumpuk dokumen yang menjadi persyaratan. Namannya pun selalu muncul dalam Daftar Caleg Sementara (DCS) maupun Daftar Caleg Tetap (DCT).
Setelah DCT diumumkan pada Sabtu (4/11) lalu, Puja pun disebut masih semangat. “Kalau saya baca suratnya yang disampaikan ke partai, dia bilang tidak siap. Kami sayangkan juga, karena bilang tidak siap setelah DCT ditetapkan. Padahal sebelumnya dia selalu semangat,” kata Susila, Jumat (24/11).
Lantaran mundur setelah pengumunan DCT, nama Puja Astawa masih akan tercantum pada surat suara. Golkar menyatakan masih akan menghitung ulang target perolehan suara di Dapil Kecamatan Buleleng.
“Namanya masih ada di surat suara. Apakah masih ada efeknya atau tidak, kami belum tahu. Saya belum bertemu langsung dengan Puja Astawa. Memang sangat disayangkan karena mundur setelah penetapan DCT,” ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Puja Astawa mengundurkan diri sebagai kader Partai Golkar sekaligus sebagai caleg Golkar. Padahal dia dipasang sebagai caleg yang memperebutkan kursi DPRD Buleleng dari Dapil Kecamatan Buleleng.
Puja mengklaim aktivitasnya sebagai konten kreator terganggu sejak maju sebagai caleg. Selain itu bisnisnya juga terpengaruh, karena dia kekurangan waktu memperhatikan bisnis. Ditambah lagi ada ganjalan restu dari sang istri. Sehingga dia memilih mundur pada Rabu (22/11) lalu. ***
Editor : Donny Tabelak