Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Hilmun Nabi Heran, Masalah Sampah Tak Selesai, Usul Bentuk BUMD dengan Dana APBD Jika Terpilih

Ni Kadek Novi Febriani • Kamis, 11 Januari 2024 | 20:03 WIB
SIAP TUNTASKAN SAMPAH: Caleg PKS untuk DPRD Bali dapil Denpasar Hilmun Nabi saat usai podcast di studio jawa pos tv.
SIAP TUNTASKAN SAMPAH: Caleg PKS untuk DPRD Bali dapil Denpasar Hilmun Nabi saat usai podcast di studio jawa pos tv.

DENPASAR, radarbali.id -  Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hilmun Nabi menyoroti penyelesaian sampah yang tak pernah tuntas. 

Padahal anggaran yang dimiliki Pemerintah Kota Denpasar dan Pemerintah Provinsi Bali besar. Seharusnya bisa dituntaskan secara mandiri. Hal itu disampaikan saat Podcast Jawa Pos Radar Bali. 

Padahal sudah dibangun Tempat pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) dan TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) tapi masih saja ada permasalahan seperti mesin-mesin yang kurang dan lainnya.

Hilmun mengusulkan, pemerintah membuat badan usaha khusus mengelola sampah ini. 
Hilmun juga berharap masalah sampah yang ada di Bali bisa terselesaikan dengan baik.

Sampah bukan masalah baru, tapi hingga saat ini belum ada penanganan yang efektif sehingga diperlukan peran serta dari seluruh elemen masyarakat khususnya pribadi dan keluarga, juga Pemerintah Daerah.

"Mari kita wujudkan Indonesia Bebas Sampah 2025 dengan pengelolaan sampah yang baik di Bali khususnya di Denpasar secara optimal menggunakan APBD," lanjut Hilmun.

Jika misalnya ada terobosan bisa dilakukan, tapi nyata dilakukan. MIsalkan kerjasama dengan rekanan gagal, harus mengulangi lagi. Karena jika dikelola rekanan orientasi profitnya saja.

"Harus ada terobosan dan inovasi menyelesaikan masalah ini. Dengan daya dukung APBD. Kalau bekerja sama pihak tertentu orientasi berbeda," katanya.

Buktinya dia bilang, dikerjsamakan dengan swasta atau pihak ketiga, faktanya sampah tetap bermasalah.

"Beda kalau urusan mendasar ditangani pemerintah. Kita bisa membentuk badan usaha milik daerah (BUMD) bagaimana mengelola sampah. Bagaimana sampah menjadi produktif sumber ekonomi pembukaan lapangan kerja," tanfdasnya. 

Tak dipungkiri, modernisasi dan over tourism membawa pengaruh yang baik dan buruk terhadap kondisi Bali secara umum.

Maka dari itu, Hilmun Nabi berharap Bali tetap Ajeng tradisi, budaya, dan nilai-nilai lokalnya di tengah arus modernisasi.

"Harapan saya untuk Bali, Bali Tetap Ajeg Tradisi, Budaya dan nilai nilai kearifan lokalnya di tengah arus modernisasi. Jangan sampai nilai luhur itu terkikis oleh zaman," tandas Hilmun.

Hilmun juga selalu menekankan bahwa Bali adalah miniatur kebhinekaan Indonesia, sehingga harus senantiasa terjaga kerukunan antarumat beragama dan toleransi.

"Bali adalah etalase kebhinekaan Indonesia. Maka PKS juga senantiasa berkiprah dan terbuka dengan agama dan organisasi lainnya serta mewujudkan Islam rahmatan lil'alamin di Pulau Dewata," kata Politikus yang hobi bermain tenis meja ini. 

Adapun visi dan misi Hilmun sebagai maju sebagai Caleg DPRD Bali, menjadi wakil rakyat yang terpercaya dan sspiratif.

Dengan misi menjadi  Bali Hijau, Bali Bebas Sampah dengan mandiri menggunakan APBD, Bali Bebas Gizi Buruk, Sport Tourism ( Destinasi wisata alternatif) dan  Bali Ajeg tradisi, budaya, dan nilai-nilai lokalnya di tengah arus modernisasi.***

Editor : M.Ridwan
#bumd #pks #hilmun nabi #caleg #sampah