DENPASAR, Radar Bali - Calon Presiden (Capres) nomor urut 02 sekaligus Ketua DPP Gerindra, Prabowo Subianto mengunjungi Pulau Dewata dalam rangka HUT Partai Gerindra, Selasa kemarin (6/2/2024) di The Meru Sanur, Denpasar.
Sama seperti Cawapres Gibran Rakabuming Raka, Prabowo juga menjanjikan pembangunan bandara di Bali utara.
"Kita harus sejahterakan seluruh Bali, saya akan mengkaji benar-benar untuk membangun bandara di Bali utara. Kita tidak boleh tergantung satu sarana. Kalau ada apa-apa, satu bandara tidak bisa dipakai, harus ada bandara cadangan," tuturnya.
Menurutnya, rakyat Bali khususnya di bagian utara sangat menghendaki keberadaan bandara. Oleh karenanya, ia menitipkan pesan pada Ketua DPD Gerindra Bali Made Muliawan Arya atau De Gadjah untuk mencari teknokrat atau pakar-pakar untuk merancang pembangunan di Bali. Namun dengan tetap melestarikan ciri khas Bali.
Selain itu juga terkait dengan kondisi jalan di Bali yang macet dan dikeluhkan oleh wisatawan.
"Karena saya pernah dapat keluhan dari tokoh-tokoh mancanegara. Mereka katakan, aduh Bali sekarang is not the bali i used to know. Before it was very beautiful, now lot of traffic jam. Macet sering di Bali itu," kata Prabowo.
Dirinya mengajak tokoh-tokoh di Bali untuk berkumpul dan mencari solusi untuk menjaga dan membuat Bali seindah dahulu.
"Mungkin harus pakai MRT, LRT, tapi ramah lingkungan. Dan ini tidak hanya di Bali, di seluruh provinsi, di seluruh kabupaten saya lihat kadang-kadang sudah seolah-olah tidak indah lagi," sambungnya.
Oleh karenanya, pembangunan maupun teknologi yang ada di Bali harus sesuai dengan ciri khas Bali, termasuk budaya dan adatnya. Begitupun keberadaan iklan-iklan seperti dengan baliho yang menurutnya merusak lingkungan dan terkesan tidak bersih.
"Jangan terlalu banyak baliho-baliho, iklan-iklan. Karena itu, Gerindra begitu selesai Pemilu, bahkan kalau tidak salah sebelum minggu tenang, semua baliho harus kita turunkan," paparnya.
Lebih lanjut, soal pemenangan paslon nomor urut 02 pada Pemilu 2024, De Gadjah optimistis bisa meraih lebih dari 40 persen suara di Bali.
"Bali sepertinya di atas 40 persen. 50 persen bisa ya, tergantung saudara-saudara semua," ungkapnya.
Terlebih dengan kehadiran sosok Prabowo yang menurutnya sudah dinanti-nanti ke Bali. Pasalnya, jalan santai yang diadakan pada Minggu (4/2/2024) lalu, Prabowo belum bisa hadir karena mempersiapkan debat kelima.
"Terakhir kami melakukan kegiatan, hampir 50 persen masyarakat yang datang menanyakan Bapak (Prabowo, red). Tapi kalau kami sampaikan Bapak datang, mungkin lebih dari 120 ribu orang yang datang pada saat jalan santai kemarin," kata De Gadjah. (ari)
Editor : Rosihan Anwar