Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Di Buleleng Prabowo-Gibran Menang, Relawan: Yang Menghambat Pembangunan Bandara Bali Utara Kami Gembosi

Francelino Junior • Minggu, 18 Februari 2024 | 16:25 WIB
JADI ALASAN POLITIS: Firmansyah, Koordinator Relawan Prabowo-Gibran Bali- Nusra, buka suara.  (francelino junior)
JADI ALASAN POLITIS: Firmansyah, Koordinator Relawan Prabowo-Gibran Bali- Nusra, buka suara. (francelino junior)

SINGARAJA, Radar Bali.id- Isu-isu politik tampaknya menjadi bagian manuver  pemilu yang menghangat. Termasuk isu proyek bandara di Bali utara, di Buleleng.

Ini terungkap seusai pemilu dan Prabowo-Gibran meraih kemenangan quick count pasangan calon (paslon) presiden dan wakil presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto -  Gibran Rakabuming. Apalagi dalam kampanye mereka ke Buleleng, selalu mengemukakan pembangunan bandara Bali utara.

Pembangunan bandara Bali utara diharapkan menjadi kenyataan, mengingat bandara tersebut hanya jadi wacana beberapa tahun belakangan. 

Koordinator Relawan Prabowo-Gibran Bali Nusra, Firmansyah,  mengatakan bahwa pihaknya tak segan-segan menggembosi tokoh-tokoh politik, yang berani menghambat pembangunan bandara di Buleleng.

Menurutnya, masyarakat Buleleng ingin adanya bandara di Bali utara untuk meningkatkan kemakmuran, kesetaraan, hingga pemerataan pembangunan. Sehingga katanya, cukup masyarakat Buleleng saja yang dianaktirikan.

“Kami akan gemboskan tokoh politik, anggota DPR, atau siapa pun yang menghambat proses perjalanan pembangunan bandara di Buleleng. Kami siap turunkan massa yang besar,” katanya ditemui pada Sabtu (17/2/2024) siang.

Baginya, kemenangan paslon Prabowo-Gibran di Buleleng menjadi anugerah tersendiri. Apalagi, Bali dan Kabupaten Buleleng merupakan kandang banteng alias basis PDI Perjuangan. Menurutnya, masyarakat kini sudah paham dengan politik, sehingga memilih pemimpin sesuai dengan hati nuraninya.

Sedangkan dulu, katanya, masyarakat terkena politik pembodohan. Karena hanya dicekoki money politics serta dijadikan objek politik saat pemilu saja.

“Kami bisa menang di kandang banteng, karena kami tidak lawan, tetapi kendalikan banteng. Hari ini kami buktikan bisa kendalikan banteng,” ujar Firmansyah.

Ia melanjutkan, bahwa misi mereka selanjutnya adalah memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Buleleng. Hal ini untuk mengawal tuntas program bandara Bali Utara. Juga mencegah hambatan-hambatannya.

“Kami akan mendukung kebijakan pemerintah pusat, juga agar tidak dihambat di daerah. Selanjutnya kami akan memenangkan pilkada, agar kepemimpinan Prabowo -Gibran bisa berjalan baik, tanpa adanya gangguan dan hambatan,” pungkasnya.

Sekadar informasi, berdasarkan data dari situs Info Pemilu 2024 pada Sabtu (17/2/2024) pukul 17.30 Wita, Prabowo-Gibran di Bali meraih suara sebesar 51,74 persen, lalu Ganjar-Mahfud meraih suara 45,19 persen, sedangkan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar meraih suara 3,08 persen.

Sementara untuk perolehan suara di Buleleng, Prabowo-Gibran meraih 58,2 persen, Ganjar-Mahfud raih 36 persen, dan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar raih 5,8 persen. [*]

Editor : Hari Puspita
#bandara #bali utara #buleleng