DENPASAR, radarbali.id - Partai Golkar Bali telah memastikan mendapatkan satu kursi DPR RI dapil Bali yakni I Gde Sumarjaya Linggih atau Demer. Sedangkan Ketua DPD Golkar Bali Dr Nyoman Sugawa Korry belum bisa melenggang ke Senayan.
Sugawa Korry mengaku, ia maju ke DPR supaya kaderisasi di Partai Beringin tidak mandek.
“Setelah mencermati hasil pleno tingkat kecamatan dan kabupaten/kota se-Bali, Golkar Bali hanya meloloskan 1 anggota DPRRI, dan saya ikhlas tidak lolos melalui pileg 2024 ini. Setelah melalui proses perjalanan panjang menyongsong pileg 2024,” kata Wakil Ketua DPRD Bali ini.
Sebagai pendatang baru, Sugawa bersyukur bisa sumbangkan suara untuk Golkar 82.621. Di Buleleng untuk internal Golkar, Sugawa tertinggi. Begitu juga di kecamatan Banjar yang merupakan asalnya. Suara DPRD kabupaten tertinggi dibandingkan partai lainnya.
“Begitu juga perolehan suara di desa saya ( Banyuatis 90 persen lebih). Keputusan untuk ambil risiko caleg di DPR RI memang saya ambil sendiri krn berdasarkan pertimbangan pileg 2019 tiga tokoh : Wayan Wayan Geredeg 65.000 suara, Made Wijaya 45.000 suara dan Ketut sudikerta 40.000 suara. Jadi ada 150.000, mereka menyatakan tidak maju lagi sebagai caleg.
“Sedangkan kader-kader senior yang sudah 4 periode di DPRD Bali, saya dorong ke DPR RI tidak bersedia. Sedangkan kader potensial di luar petahana Pak demer dan Gus Adi tidak ada lagi,” imbuhnya
Untuk mempertahankan suara minimal dua di DPR RI maka sebagai ketua ia ambil keputusan ikut caleg di DPR RI dengan harapan incumbent bisa meningkatkan suaranya dan ia bisa menambah suara secara signifikan.
“Di samping pertimbangan untuk berikan contoh berjalannya roda kaderisasi di internal Golkar Bali. Walaupun saya bisa sumbangkan suara 82,621 ternyata para incumbent suaranya tidak meningkat malahan menurun (Pak Demer dari 119.000 menjadi 100.000 dan Gus Adi dari 66.000 menjadi 63.000), sehingga Golkar Bali tidak bisa mempertahankan 2 DPR RI,” tuturnya.
Sugawa sangat berterima kasih kepada seluruh kader telah bekerja keras dan sungguh-sungguh. Untuk menangkan pilpres dan pileg. Ia bersyukur pilpres menang, tetapi Tuhan berkehendak lain untuk pileg.
“Kami mengajak kader-kader yang belum berhasil untuk tetap semangat dan tidak pernah surut mencintai dan menjaga marwah partai Golkar, dan yang berhasil terpilih, mempersiapkan diri untuk mempersembahkan pengabdian terbaik untuk masyarakat Bali dan Bangsa Indonesia, berlandaskan atas doktrin Karya dan Kekaryaan Partai Golkar,” tandasnya. (feb)
Editor : Rosihan Anwar