Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Mencuat Namanya ke Bursa Cabup Buleleng, Dokter Caput Hanya Menjawab Begini

Francelino Junior • Minggu, 31 Maret 2024 | 03:45 WIB
PASRAHKAN KEBIJAKAN PARTAI : Meski masuk bursa Pilkada Buleleng 2024, Dokter Caput menyerahkan sepenuhnya kepada mekanisme partai. (francelino junior/radar bali)
PASRAHKAN KEBIJAKAN PARTAI : Meski masuk bursa Pilkada Buleleng 2024, Dokter Caput menyerahkan sepenuhnya kepada mekanisme partai. (francelino junior/radar bali)

SINGARAJA, Radar Bali.id-Namanya yang juga masuk sejumlah polling Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Buleleng 2024, membuat dr. Ketut Putra Sedana, Sp.OG., atau akrab dengan Dokter Caput menyerahkan sepenuhnya kepada instruksi partainya, PDI Perjuangan.

Kader-kader dari PDIP di Kabupaten Buleleng sering menjadi perbincangan juga masuk dalam bursa perebutan kursi Buleleng 1 dan Buleleng 2, atau Bupati dan Wakil Bupati Buleleng. 

Sejumlah nama dari partai berlambang banteng moncong putih ini santer dibicarakan, seperti Gede Supriatna (Sekretaris DPC PDIP Buleleng/Ketua DPRD Buleleng), dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG., (Wakil Ketua DPC PDIP Buleleng/Mantan Wakil Bupati Buleleng periode 2012-2022), Ketut Ngurah Arya (Bendahara DPC PDIP Buleleng/Ketua Fraksi PDIP DPRD Buleleng), hingga nama Ketut Rochineng sampai Dewa Made Mahayadnya.

Salah satu nama yang juga menjadi perbincangan dan dijagokan maju menuju Buleleng 1 adalah Dokter Caput. Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPC PDIP Buleleng dan Ketua DPC BMI Buleleng ini masuk bursa Pilkada Buleleng 2024.

Meski masuk bursa dan sejumlah polling menampilkan suara dukungan masyarakat Buleleng yang tinggi kepadanya, tetapi Dokter Caput memilih tidak berpuas diri dan menunggu instruksi dari partainya.

“Itulah tahun politik, biarkan saja seperti air mengalir. Tetapi tentu ada mekanisme di partai politik untuk menyaring dan menentukan siapa yang pantas dan cocok,” ujarnya ditemui pada Jumat (29/3/2024) siang di GOR Bhuwana Patra Singaraja.

Tak hanya masuk bursa, tetapi sudah muncul simulasi pasangan calon bupati dan wakil bupati Buleleng untuk Pilkada 2024. Seperti paket Capit (Caput-Supriatna) hingga paket Berkumis (Caput-Ngurah Arya).

Menanggapi hal itu, ia menghargai perhatian dan dukungan masyarakat kepadanya. Tetapi untuk saat ini, Dokter Caput lebih memilih tetap berkarya untuk Kabupaten Buleleng melalui olahraga.

“Itu suara rakyat yang harus didengar, bagi saya ketika dipasang-pasangkan artinya ada perhatian dari masyarakat dan saya ucapkan terima kasih. Tapi yang penting bukan itu, melainkan bagaimana kita tetap berkarya dan kerja untuk Buleleng ke depannya, salah satunya saya lakukan melalui karate,” katanya.

Mengenai rekomendasi, ia menyerahkan sepenuhnya kepada DPP PDIP di Jakarta. Karena sebagai kader partai, ia tunduk dan tegak lurus dengan semua instruksi partai.

“Kalau bicara rekomendasi, sebagai kader saya ikuti mekanisme. Rekomendasi yang disampaikan DPP akan kita ikuti,” tegasnya. 

Sekedar informasi, Pilkada Buleleng akan berlangsung pada 27 November 2024. Meski begitu, sampai saat ini belum ada figur-figur yang terpantau memastikan dirinya untuk bertarung menuju Buleleng 1 dan Buleleng 2.

Tetapi, sejumlah nama mulai muncul, seperti IGK Kresna Budi, Gede Harja Astawa, hingga nama Penjabat (Pj) Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana, sampai salah satu keluarga Puri Buleleng, Anak Agung Wiranata Kusuma. [*]

 

 

Editor : Hari Puspita
#calon bupati #pilkada #buleleng #pilbup