TABANAN, radarbali.id- Suhu politik berebut tiket rekomendasi di internal PDIP Tabanan mulai menghangat. Pasalnya sejumlah nama dari kader banteng Tabanan mulai bermunculan saat dilakukan penjaringan calon kepala daerah untuk Pilkada Tabanan.
Sementara untuk Pilgub Bali bakal calon pasangan I Wayan Koster dengan Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Koster-Cok Ace). Kemudian I Wayan Koster dan I Nyoman Giri Prasta (Koster-Giri) terus menguat.
Yang menarik ketika penjaringan calon kepala daerah yang digelar internal DPC PDIP Tabanan, di Sekertariatan Kantor PDIP Tabanan, Jumat kemarin (19/4) sekitar pukul 15.00 wita.
Baca Juga: Tak Sanggup Bayar Denda Overstay Rp 1 Juta per Hari, Wanita Cantik Asal Kanada Dideportasi
Dimana dihadiri oleh pengurus inti PAC PDIP seluruh Kecamatan dan pengurus DPC PDIP Tabanan. Meski usulan dan aspirasi calon Bupati Tabanan telah mengerucut kepada I Komang Gede Sanjaya yang juga selaku Ketua DPC PDIP Tabanan.
Namun calon untuk Wakil Bupati Tabanan yang akan mendampingi I Komang Gede Sanjaya justru mulai bermunculan, selain nama I Made Edi Wirawan yang merupakan Incumbent (Petahana).
Diantaranya nama yang muncul untuk berebut tiket Wakil Bupati Tabanan dari kader banteng Tabanan. Yakni I Made Dirga yang juga selaku Ketua DPRD Tabanan, I Nyoman Muliadi selaku Ketua PAC PDIP Kecamatan Kediri dan I Gede Putu Desta Kumara selaku Sekretaris DPD Repdem Bali.
Baca Juga: Fikki Hatiyanto Didakwa Pasal Berlapis, Terciduk Sebelum Kirimkan Paket
Usai rapat penjaringan calon dilakukan Ketua DPC PDIP Tabanan I Komang Gede Sanjaya mengatakan rapat penjaringan calon kepala daerah untuk pilkada Bali dan Pilkada Tabanan ini pihaknya lakukan setelah ada instruksi dari DPP PDIP segera mungkin mengikuti aturan penjaringan calon.
"Kebetulan hari ini kita sudah rapat dan semua kompak hadir dari pengurus inti PAC dan pengurus DPC PDIP Tabanan," kata Sanjaya, didampingi Sekretaris DPC PDIP Tabanan I Nyoman Arnawa dan Bendahara DPC PDIP Tabanan A.A Nyoman Dharma Putra.
Dari hasil rapat penjaringan calon memutuskan bahwa untuk Pilgub Bali mendukung kembali Wayan Koster berdampingan dengan Cok Ace (Koster-Cok Ace dan juga Koster dengan I Nyoman Giri Prasta.
"Aspirasi penjaringan calon Pilgub Bali ini sama dengan kabupaten yang lain," ungkap Sanjaya.
Sementara urusan untuk calon Bupati Tabanan, Sanjaya menyebut ia kembali lagi dipercaya menjadi calon Bupati yang sekaligus sebagai incumbent.
"Tadi semua mayoritas fungsionaris dari PAC dan pengurus DPC PDIP Tabanan bulat sepakat mendukung saya sebagai calon Bupati Tabanan periode 2024-2029. Itu sudah mutlak," akunya.
Namun Sanjaya menyebut untuk penjaringan calon Wakil Bupati Tabanan. Selain ada yang mengusulkan untuk tetap berpasangan dengan I Made Edi Wirawan.
Tetapi ada dari kader yang menyampaikan aspirasi nama calon lainnya untuk calon Wakil Bupati Tabanan yang mendampinginya.
"Karena kita sebagai partai demokrasi, supaya tidak ada kesan menolak aspirasi atau mencegat aspirasi. Ya kami silahkan kader-kader untuk mengambil formulir pendaftaran penjaringan calon untuk Wakil Bupati Tabanan," tutur Sanjaya.
Mengenai nama-nama yang muncul sebagai calon Wakil Bupati Tabanan yang diusulkan dari penjaringan calon saat rapat pihaknya lakukan.
Yakni ada nama I Made Dirga yang diusulkan oleh PAC PDIP Kecamatan Tabanan, I Nyoman Muliadi diusulkan oleh PAC PDIP Kecamatan Kediri dan I Gede Putu Desta Kumara diusulkan oleh PAC PDIP Tabanan.
Banyak nama calon yang muncul untuk calon Wakil Bupati dari kader PDIP Tabanan. Dalam konteks urusan ini DPC PDIP Tabanan membuka ruang baik eksternal dan internal.
Baca Juga: Gaduh Nasib Sopir Pemprov Bali, Pj Gubernur Akhirnya Akan Angkat Menjadi PPPK
"Jika kalau ada yang berkeinginan mendaftar sebagai calon Wakil Bupati Tabanan. Kami silahkan dan kami tunggu di Kantor PDIP Tabanan," ucapnya.
Pendaftaran pengambilan formulir untuk penjaringan calon Wakil Bupati Tabanan selama 7 hari kedepan.
"Ini dari tatanan DPC PDIP Tabanan sifatnya menjaring calon kepala daerah, nanti nama-nama kita setor ke DPD untuk diserahkan ke DPP PDIP Pusat," ucapnya.
"Akan tetapi siapa yang bakal mendapat rokemendasi partai, secara aturan tetap tegak lurus mengikuti keputusan partai siapapun yang nantinya direkomendasikan," imbuhnya.***
Editor : M.Ridwan