DENPASAR, radarbali.jawapos.com- Pertarungan arena politik Pilgub 2024 kian panas. Kali ini beredar hasil survei pilkada Bali 2024, Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali nomor 2 Wayan Koster dan Nyoman Giri Prasta atau paket Koster-Giri, unggul atas paslon Mulia PAS, Made Muliawan Arya dan Putu Agus Suradnyana.
Dinyatakan Koster-Giri mencapai 70, 7 persen sementara Mulia PAS hanya meraih 28, Temuan ini berdasarkan survei yang dilakukan oleh View Data Indonesia pada periode 26 Oktober hingga 2 November 2024. Hasil survei ini di publikasi jelang pencoblosan Pilkada Serentak 2024, pada Sabtu 16 November 2024.
Hasil survei itu diragukan oleh Ketua Tim Strategis Pemenangan Paket Mulia-PAS, Gede Pasek Suardika. Pria yang akrab disapa GPS tersebut menyebut lembaga survei abal-abal yang kemungkinan baru dibuat.
Lebih lanjut GPS menyatakan survei itu abal-abal karena fakta di lapangan paslon 02 Koster-Giri tidak pernah kampanye di lapangan. Berbeda dengan paslon Mulia-PAS kampanye di lapangan dan selalu ramai.
"Cara hitungnya gampang, mereka (paslon 2) itu tidak pernah mampu membikin kampanye di lapangan. Sama-sama datangi artis, sama-sama datangi tokohnya datang semua bergerak tidak mampu dia. Dia hanya mampu memenuhi wantilan dan GOR sebagainya," sentil GPS saat ditemui kemarin (17/11/2024).
GPS menjelaskan, faktanya kampanye paslon 01 selalu dipenuhi pendukung. Baik di lapangan, wantilan, dan gor selalu penuh. Menurut mantan anggota DPR RI konsep kampanyenya sama mengundang artis, tapi kata GPS kuantitasnya berbeda.
Lebih banyak paslon 01 dibandingkan pendukung paslon 02 yang datang."Secara kasat mata sudah bisa kelihatan. Sama ada hiburan. Kemampuan konsolidasikan masyarakat mereka tidak ada," kata GPS.
Selanjutnya, GPS mengklaim juga telah melakukan survei untuk melihat elektabilitas paslon Mulia-PAS yang nyatanya lebih unggul 5 persen dibandingkan Koster-Giri.
Tim paslon Mulia-PAS telah melakukan survei sebanyak empat kali , menurutnya lebih unggul, namun mereka tidak ingin ekspose.
"Pertama kami tertinggal 14 persen ketika pasangan awal ada baru bergerak dua minggu kami tertinggal 14 persen, kini kami unggul 5 persen makanya kami tertawa ketika kami melihat 70 persen itu angka dari mana," sentil GPS.
Merujuk pilpres lalu, PDIP yang menyatakan Ganjar akan menang 90 persen, nyatanya kalah di Bali. Menurut GPS hasil 70 persen survei itu akan berbeda saat tanggal 27 November yang hasilnya akan kalah juga sama seperti Pilpres.
"Sama seperti ganjar hasilnya kan kalah, sekarang 70 persen hasilnya kalah juga," kata GPS.
GPS menambahkan, lembaga survei yang menyatakan Koster-Giri unggul itu dianggap abal-abal, yang kemungkinan baru diciptakan. Tim paslon 01 tidak panik dengan hasil survei menyatakan Koster-Giri 70 persen, karena dukungan dari anak-anak muda untuk Mulia-PAS tidak terbendung.
"Menurut saya survei itu abal-abal. Namanya glorifikasi , upaya glorifikasi tu seakan dia kuat padahal lemah. Tujuannya mencari swing voters, targetnya itu mencari swing voters orang yang ragu-ragu dengan berita itu dia tersugesti orang masang di tempat yang menang," beber politikus Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) ini.
Prediksi GPS, peristiwa Pilpres antara Prabowo dan ganjar akan terjadi lagi di Bali. Disebabkan, gerakannya sama, pasang target 90 persen untuk Ganjar ternyata keok di Bali."Ketika dibilang 70 persen ntar turun," tandasnya.***
Editor : M.Ridwan