Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Fraksi Gerindra Dorong Pembaharuan Regulasi Penyiaran Mengatur Media Sosial, Penilaian Seleksi KPI Dijamin Objektif

Ni Kadek Novi Febriani • Rabu, 19 Februari 2025 | 22:50 WIB
Fraksi Gerindra Bali meminta komisioner baru KPI mendorong pembaharuan regulasi penyiaran.
Fraksi Gerindra Bali meminta komisioner baru KPI mendorong pembaharuan regulasi penyiaran.

DENPASAR, radarbali.jawapos.com -  Tujuh orang berhasil lolos pada seleksi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Daerah Bali periode 2024-2027.

Di antaranya lima orang adalah petahana dua pendatang baru. Fraksi Gerindra Bali meminta supaya komisioner yang baru dapat mendorong pembaharuan regulasi penyiaran yang kini belum mengakomodir terkait media sosial.

Ketua Fraksi Gerindra Bali I Gede Harja Astawa, mengatakan, untuk yang menduduki komisioner para petahana menguasai materi. Namun, menurutnya dewan juga ada dua pendatang baru untuk regenerasi.

”Regulasi yang mengatur KPI kan sudah lama ya. Itu kan masih aturan 2002 di mana regulasi itu tidak ada yang mengatur media sosial yang diatur hanya TVRI dan radio.

Sehingga kami melihat regulasi itu tidak relevan tidak update. Harap kami yang terpilih agar regulasi diusulkan diperbarui sehingga bisa mengcover dan mengakomodir media sosial,” ucapnya.

Adapun 7 orang yang lolos, yakni I Gede Agus Astapa (petahana); I Wayan Suyadnya (petahana); I Gusti Putu Putra Mahardika (new comer); I Gusti Agung Gede Agung Widiana Kepakisan (petahana); Nyoman Adi Sukerno (petahan); Endi Kusmadheni (new comer), dan Ida Bagus Gde Yogi Jenana Putra (petahana)

Menurut Harja, Komisi I DPRD Bali sudah dengan objektif menilai. Berkaitan petahana lebih banyak lolos karena kemampuan incumbent lebih menguasai.

”Fit and Proper Test (FPT) uji materi penguasaan aturan otomatis peserta incumbernt lebih menguasai sehingga penilaian dilihat dari penguasaan materi,” terangnya. (feb)

 

 

 

 

 

 

 

Editor : Rosihan Anwar