Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Usai Ipat Ganji Baju Merah dan Ber-KTA PDIP, Begini Respons Golkar Jembrana

Muhammad Basir • Selasa, 20 Mei 2025 | 12:28 WIB
TAHU DARI PEMBERITAAN MEDIA: Sekretaris DPD II Partai Golkar Jembrana,  I Nyoman Birawan, menyebut Ipat belum mengembalikan KTA Golkar. (foto: dok radar bali)
TAHU DARI PEMBERITAAN MEDIA: Sekretaris DPD II Partai Golkar Jembrana, I Nyoman Birawan, menyebut Ipat belum mengembalikan KTA Golkar. (foto: dok radar bali)

NEGARA, Radar Bali.id - Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna, resmi menjadi anggota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Sehingga, mengenai keanggotaan sebagai kader Partai Golkar sudah berakhir. Pindah partai pria yang akrab disapa Ipat ini belum diketahui pengurus Partai Golkar, karena tidak menyatakan secara lisan maupun tulisan kepada pengurus.

Sekretaris DPD II Partai Golkar Jembrana,  I Nyoman Birawan mengatakan, mengenai informasi bahwa Ipat sudah menjadi kader PDIP Jembrana, justru mengetahui dari media.

 Karena sebelumnya resmi menjadi kader PDIP, belum memberikan pernyataan secara lisan dan tertulis akan keluar sebagai kader Partai Golkar. ”Saya juga mau konfirmasi (kepada Ipat). Karena disebut sudah ber-KTA PDIP,” ujarnya.

Karena itu, hingga kemarin belum ada pengembalian KTA sebagai kader Golkar. Namun, sekretaris yang dipanggil Mang Be ini tidak mempermasalahkan keluarnya Ipat sebagai kader  Partai Golkar. Karena keputusan pindah partai merupakan hak politik Ipat. ”Kembali kepada beliau sendiri, senangnya dimana. Beliau yang memutuskan,” ungkapnya.

Senda diungkapkan Ketua DPD II Partai Golkar Jembrana I Made Suardana. Menurutnya, mengenai Ipat sebagai kader Partai Golkar, sejatinya sudah selesai sejak pendaftaran Pilkada Jembrana.

Karena saat itu, Ipat tidak mengikuti instruksi induk partai, justru menjadi kandidat dari partai lain. Sehingga diberhentikan sebagai pengurus Partai Golkar. ”Terkait dengan Pak Ipat sudah selesai pada pendaftaran Pilkada,” ungkapnya.

Mengenai pindahnya Ipat sebagai kader PDIP, pihaknya tidak bisa mengintervensi karena merupakan hak pribadi dari Ipat. ”Beliau (Ipat) yang punya hak dan kewenangan menentukan sikapnya sendiri. Pasti berbuat yang terbaik,” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ipat menegaskan bahwa sudah memiliki KTA PDIP. Ipat mengaku hendak  mengembalikan KTA Partai Golkar, tetapi tidak menemukan kartunya.

 ”Saya sudah mengembalikan kemarin, tapi (KTA) tidak ketemu. Apa yang mau dikembalikan,” ungkapnya.

Saat ditanya apakah sudah ada penyampaian tertulis atau lisan kepada pengurus Partai Golkar, Ipat mengatakan tidak menyampaikan kepada Partai Golkar.

Justru Ipat mempertanyakan statusnya di Partai Golkar, baik sebelum dan setelah Pilkada Jembrana, serta sebelum bergabung dengan PDIP. ”Saya sebenarnya masih Golkar atau ngak ya?” ungkapnya.

Karena menurutnya, apabila dianggap sebagai kader Partai Golkar, semestinya diberikan dukungan sebagai kandidat calon wakil bupati. Tetapi justru saat pencalonan sebagai wakil bupati Jembrana, tidak mendapat dukungan.

"Saya tidak dipecat atau tidak (dari Partai Golkar) saya nggak ngerti juga. Saya merasa penggabengan kalau di Golkar, gara-gara itu (pencalonan),” ujarnya.

Karena merasa statusnya tidak jelas di Partai Golkar, akhirnya Ipat memutuskan untuk pindah ke PDIP.

Karena Ipat merasa di PDIP lebih cocok dengan PDIP, baik secara ideologi dan kekeluargaannya. ”Kalau alasan di PDIP, perjalanan selama ini, gotong royong dan keluarga lebih erat terasa,” tandasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#pdip #ipat #golkar #I Gede Ngurah Patriana Krisna #Loncat Partai