DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Mantan Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa tetap eksis berpartai di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) walau gagal mendapat rekomendasi pada Pilkada 2024 lalu sebagai Calon Bupati Badung.
Mantan wakil bupati dua periode tetap menjalankan sebagai tugas pengurus di DPD PDIP Bali. Berkaca ke belakang, sebelumnya ia adalah pengurus di Partai Golkar Badung, kemudian memilih loncat ke PDIP sejak tahun 2017 setelah ditunjuk bersanding dengan I Nyoman Giri Prasta menjadi Wakil Bupati Badung.
”Kami berpartai itu adalah bagian dari diri kami mendedikasikan diri untuk masyarakat tidak harus dalam struktur formal. Sebab, komponen lain bisa dilakukan dedikasi ke masyarakat salah satu di partai politik,” kata Suiasa ditemui usai konferensi pers acara Bulan Bung Karno yang akan digelar oleh DPD PDIP Bali di Kantor DPD PDIP Bali kemarin (25/5).
Suiasa tampak hadir dan duduk bersama pengurus DPD PDIP serta panitia Bulan Bung Karno. Ia memakai seragam partai. Suiasa menjabat struktur Wakil Ketua DPD PDIP Bidang Pangan, Pertanian, Kehutanan dan Lingkungan Hidup.
Saat ditanya apakah akan berpindah partai? Politikus asal Desa Pecatu, Badung itu enggan berpindah partai walau tidak diberi tugas dalam menjabat eksekutif maupun legislatif.
”Masih eksis di PDIP bagian dedikasi sumbangsih pikiran untuk negara ini. Apalagi di Bali dipimpin PDIP, saya sebagai bagian partai politik untuk sosialisasi dengan demikian tidak ada alasan tidak berdedikasi walau tidak di struktur formal,” tuturnya.
Lebih lanjut disampaikan oleh Suiasa, meyakini dengan kepemimpinan saat ini, Gubernur Bali Wayan Koster berdampingan dengan I Nyoman Giri Prasta memiliki pengalaman dua periode menjadi Bupati Badung. Selain itu juga kepemimpinan I Wayan Adi Arnawa dan Bagus Alit Sucipta di Kabupaten Badung.
”Kalau beliau kader PDIP kan (Adi Arnawa-Bagus Alit Sucipta,red) otomatis personel PDIP, optimistis di bawah kepimpinan Adi-Cipta,” jelas Suiasa.
Suiasa meyakini, sebagai kader partai ia harus taat keputusan partai. Walaupun saat Pilkada Badung 2024, PDIP tidak berikan mandat menjadi calon bupati.
Suiasa memilih tidak berkecil hati dan tidak memilih hengkang dari PDIP.
”Sebagai kader dijadikan apa kewenangan partai. Partai berikan otoritas diberikan apa jadi apa. Kembali jadi kader biasa, kader harus siap, sebagai kader apapun kebijakan partai harus konsisten jangan berangkat mengejar posisi strategis,” bebernya.
Sambung Suiasa, dengan berpartai ia yakin lebih optimal untuk berdedikasi masyarakat lewat jalur politik.”Kenapa jalur politik karena jalan mengambil kebijakan,” tandasnya.***
Editor : M.Ridwan