Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Musda Golkar Jembrana Ditunda, Calon Ketua Berpotensi Terpilih Secara Aklamasi

Muhammad Basir • Rabu, 24 September 2025 | 17:20 WIB
BEBERKAN KONDISI TERKINI : Ketua Steering Committee Musda Partai Golkar Jembrana I Nyoman Birawan . (foto: ist)
BEBERKAN KONDISI TERKINI : Ketua Steering Committee Musda Partai Golkar Jembrana I Nyoman Birawan . (foto: ist)

NEGARA , Radar Bali.id  - Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jembrana yang semula dijadwalkan pada Sabtu (27/9/2025) kembali ditunda.

Penundaan ini diduga terkait dengan perebutan dukungan di antara para calon ketua, meski muncul nama kuat yang berpotensi terpilih secara aklamasi.

Ketua Steering Committee Musda Partai Golkar Jembrana, I Nyoman Birawan, mengonfirmasi penundaan tersebut. "Kami sudah siap untuk pelaksanaan Musda, tapi DPD Provinsi Bali meminta agar Musda ditunda," jelasnya pada Selasa (23/9/2025).

Penundaan ini sesuai dengan surat dari DPD Golkar Provinsi Bali No B38/Golkarda/IX/2025 yang menetapkan jadwal baru pada Selasa, 14 Oktober 2025.

Birawan menambahkan bahwa semua persiapan Musda, termasuk materi dan laporan pertanggungjawaban, sudah selesai.

Satu Nama Menguat, Berpeluang Terpilih Aklamasi

Terkait pencalonan ketua DPD, pendaftaran akan dibuka pada 26 September mendatang. Namun, nama I Kade Joni Asmara Adi Putra telah santer disebut sebagai calon terkuat. Saat ini, Joni menjabat sebagai Ketua PK Kecamatan Jembrana dan anggota Fraksi Golkar DPRD Jembrana.

Birawan menyebut, saat ini sudah ada satu calon yang memenuhi persyaratan. "Sementara sudah ada satu calon yang memenuhi persyaratan," jelasnya.

Menurut AD/ART Partai Golkar, calon harus mengantongi minimal empat dukungan dari 11 pemegang hak suara. Berdasarkan informasi yang beredar, I Kade Joni sudah mengantongi 10 suara, sehingga ia berpeluang besar untuk terpilih secara aklamasi.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Jembrana periode 2020-2025, I Made Suardana, tidak dapat mencalonkan diri lagi karena sudah menjabat selama dua periode.

Berdasarkan aturan partai, seorang ketua yang telah menjabat dua periode bisa maju lagi, namun harus mendapatkan persetujuan atau surat diskresi dari DPP Partai Golkar. "Kalau sudah dua kali menjadi ketua, tidak bisa maju lagi," tegas Birawan.[*]

Editor : Hari Puspita
#Dpd golkar bali #Musda #pemilihan ketua #partai golkar