Inilah kehidupan di dunia politik. Tak ada yang tidak mungkin. Dinamika politik di DPRD Tabanan kembali menghadirkan kisah menarik. Politisi kawakan asal Desa Marga Dajan Puri, I Wayan Sukaja,55, resmi dilantik sebagai Anggota DPRD Tabanan periode 2024-2029 melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) pada Senin (6/10/2025).
SEREMONI formal itu telah selesai. Proses pelantikan ini bukan hanya menandai kembalinya seorang politisi senior, tetapi juga menyajikan comeback yang sarat makna.
Iya. Sukaja eks politisi PDIP, yang kini bernaung di bawah Partai Golkar, mengisi kursi yang ditinggalkan oleh almarhum I Wayan Gindera.
Pelantikan yang dipimpin Ketua DPRD Tabanan I Nyoman Arnawa ini turut disaksikan oleh Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya. Sebelum resmi mengucapkan sumpah, Sukaja didampingi istri, Ni Made Widiawati, 54, dan anak-anaknya menjalani upacara adat mejaya-jaya.
Hakekat Kehidupan: Dari Ketua Menjadi Anggota Biasa
Kembalinya Sukaja ke "rumah rakyat" ini disambut dengan rasa syukur mendalam. Sukaja bukan politisi kemarin sore. Ia adalah sosok yang pernah menjabat sebagai Ketua DPRD Tabanan periode 2004-2009. Kini, setelah melalui pasang surut karier politik, ia kembali sebagai anggota biasa.
"Saya di mana saja, agar putaran hakekat kehidupan itu berjalan. Kadang di bawah, kadang di atas," ujar Sukaja dengan senyum penuh makna usai dilantik.
Meskipun sempat jatuh hingga "titik nol" dalam karier politiknya, sang istri, Ni Made Widiawati, mengaku tak pernah melarang suaminya berpolitik.
"Saya tetap pasrahkan kepada takdir, kita berserah kepada beliau Tuhan Yang Maha Esa. Konsisten tetap mendampingi suami di dunia politik sejak lama dari awal pacaran hingga sekarang," ungkapnya haru.
Bertemu "Rival" dan Visi Pertanian
Menariknya, pelantikan ini mempertemukan Sukaja dengan Bupati I Komang Gede Sanjaya, sosok yang pernah menjadi lawan politiknya dalam perhelatan Pilkada Tabanan 2010 silam.
Kala itu, Sukaja merupakan rival pasangan Ni Putu Eka Wiryastuti-I Komang Gede Sanjaya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Sanjaya menyebut dinamika tersebut sebagai proses kehidupan dan profesionalisme. "Dulu Pak Wayan Sukaja adalah sahabat saya, sekarang pun beliau sahabat saya. Tidak ada yang berbeda," ujar Bupati, seraya tersenyum santai.
Sanjaya menekankan pentingnya tiga hal dalam kehidupan: perubahan, pilihan, dan prinsip. "Tidak ada lawan tidak ada teman, itu adalah pilihan dan memang dinamika. Tujuan akhirnya tetap mengabdi kepada masyarakat," tegasnya, seraya mengajak Sukaja membangun Tabanan menuju "Tabanan Era Baru yang aman, unggul, dan madani."
Sementara itu, Sukaja membawa visi yang jelas dalam tugas barunya, yaitu fokus terhadap sektor pertanian. Ia berjanji akan mengedepankan aspirasi yang sejalan dengan visi Presiden RI Prabowo Subianto.
"Tabanan dikenal sebagai luasan pertanian yang luas di Bali. Ke depan bagaimana pertanian ini agar bisa meningkat perekonomian di masyarakat," pungkas Sukaja, memohon dukungan dari seluruh masyarakat Tabanan.[*]
Editor : Hari Puspita