DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Menjamurnya bisnis kedai kopi di Bali menjadi peluang pertumbuhan ekonomi daerah. Ketua DPD Golkar Bali, I Gde Sumarjaya Linggih, optimistis sektor pertanian kopi di Bali akan melesat jika digarap serius.
Kopi bukan saja sekadar kebutuhan, tapi juga gaya hidup. Mengingat biji kopi Bali sangat diminati berbagai pihak peluang tersebut harus didorong untuk menumbuhkan lebih banyak entrepreneur baru.
"Kopi dari Bali perkembangannya pesat sejak pandemi Covid-19. Dalam kurun waktu lima tahun, jumlah peminum dan pebisnis kopi meningkat tajam.
Jika ini didukung, petani kopi kita akan lebih sejahtera," terang pria yang akrab disapa Demer ini di sela acara Golkar Bali Cup Tasters Championship di Kantor DPD Golkar Bali, Jalan Surapati, kemarin (1/2/2026).
Anggota DPR RI ini menilai kopi Bali memiliki daya saing global mendampingi kopi asal NTT dan Gayo. Melalui kompetisi yang digelar, ia berharap lahir juara-juara baru yang tidak hanya ahli merasakan kopi, tetapi juga mampu berbisnis sehingga mengurangi ketergantungan pada kopi luar daerah.
Hal ini, menurut Demer, adalah bagian dari strategi substitusi impor agar produk nasional merambah pasar Bali lebih luas.
Lebih lanjut, Demer mendorong BUMN untuk memberikan ruang bagi petani dan pebisnis lokal, seperti penempatan gerai di bandara.
Ia menekankan fungsi BUMN sebagai agent of development untuk mempromosikan produk lokal ke dunia internasional. Demer sendiri mengaku tengah mengembangkan varietas kopi langka di kampung halamannya yang berada di dataran tinggi.
Disinggung soal motif politik di balik acara ini, Demer menyebut kerja politik bukan hanya soal perekrutan kader, melainkan tentang membangun persepsi dan simpati masyarakat.
Ia berpandangan, masa depan bisnis kopi sangat cerah karena berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja.
"Jika simpati masyarakat meningkat melalui program yang bermanfaat, tentu hasilnya akan terlihat pada kenaikan suara Golkar di Pemilu nanti," pungkasnya.***
Editor : M.Ridwan