Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Ditegur Presiden Soal Sampah, De Gadjah: Jangan Berlindung di Balik Desa Adat

Ni Kadek Novi Febriani • Senin, 9 Februari 2026 | 09:23 WIB
Ketua DPD Partai Gerindra Bali Made Muliawan Arya (De Gadjah).
Ketua DPD Partai Gerindra Bali Made Muliawan Arya (De Gadjah).

​DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Ketua DPD Partai Gerindra Bali, Made Muliawan Arya, merespons instruksi sekaligus kritik Presiden RI Prabowo Subianto terkait persoalan sampah di Bali dengan mengajak seluruh kader bersikap dewasa dan terbuka.

​Pria yang akrab disapa De Gadjah ini menilai bahwa sorotan Presiden justru harus dimaknai sebagai bentuk perhatian serius terhadap Bali, termasuk keberlanjutan lingkungan di wilayah desa adat.

​"Kritik Presiden tidak boleh dipandang sebagai serangan," kata De Gadjah. Menurutnya, teguran itu jangan dijadikan alasan untuk bersikap defensif dengan membawa-bawa nama desa adat yang selama ini sudah bekerja keras.

​"Jangan baru diberi teguran semua keluar berkoar-koar. Jangan takut dikritik. Beliau ini sangat cinta dengan Bali, makanya pasti akan ada teguran-tegurannya," katanya belum lama ini.

​Menurut De Gadjah, Bali merupakan salah satu daerah yang mendapat perhatian khusus dari Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, seluruh elemen—termasuk pemerintah, partai politik, masyarakat, dan desa adat—harus menjadikan kritik sebagai momentum untuk berbenah, bukan mencari pembenaran.

​Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Pertina Bali ini menekankan bahwa peran desa adat memang sangat penting dalam menjaga lingkungan, terutama di wilayah pesisir.

Namun, kemampuan desa adat memiliki keterbatasan jika tidak didukung secara menyeluruh oleh pemerintah dan elemen lainnya.

​"Itu adalah tanda sayang Bapak Presiden kepada Bali. Bali merupakan salah satu perhatian khusus beliau. Kita harus terbuka terhadap kritik dan jangan 'ngeles' atau beralasan desa adat sudah bekerja keras dan sebagainya.

Saya mengapresiasi dan mengakui desa adat memang sudah bekerja keras, terutama yang di pesisir pantai. Tapi kalau tidak didukung semua elemen, pemerintah, dan lain-lain, kemampuan mereka terbatas.

Jangan antikritik dengan dalih apa pun. Ayo turun, kita kerja dan bantu desa adat," cetusnya.

​De Gadjah juga mengungkapkan bahwa sebelum persoalan sampah Bali menjadi sorotan nasional, dirinya telah berkomunikasi dengan Gubernur Bali.

Dalam pertemuan tersebut, ia menyampaikan sejumlah saran terkait penanganan lingkungan, termasuk pentingnya kolaborasi dengan desa adat sebagai garda terdepan di tingkat lokal.

​"Sebelum masalah ini menjadi besar (sebelum Bapak Presiden bicara), saya sudah bertemu dan berdiskusi dengan Pak Gubernur. Saya sudah sampaikan saran-saran saya.

Pak Gubernur menyambutnya dengan baik, meskipun memang ada beberapa pihak di sekelilingnya yang mungkin merasa agak sensitif, tapi itu biarkan saja," ungkapnya.

​Terkait pesan khusus Presiden Prabowo kepada kader Gerindra di Bali, De Gadjah menyebut pesan tersebut sangat relevan dengan semangat menjaga lingkungan berbasis komunitas dan desa adat.

​"Ada pesan khusus, yaitu 'Jaga halaman rumahmu'," sebutnya.

​Ia menjelaskan bahwa pesan itu tidak hanya bermakna secara pribadi, tetapi juga menjadi ajakan kolektif untuk menjaga ruang publik—mulai dari pantai, sungai, selokan, hingga fasilitas umum lainnya melalui semangat gotong royong.

​Menanggapi persoalan sampah di Bali yang belakangan viral, De Gadjah menegaskan komitmen Partai Gerindra Bali untuk turun langsung bersama masyarakat dan desa adat dalam aksi nyata menjaga kebersihan lingkungan.

​"Kami sudah sampaikan bahwa kader akan turun bersama-sama untuk bersih-bersih. Kami juga berdiskusi dan memberikan saran kepada Pak Gubernur.

Masalah sampah ini bukan mutlak kesalahan satu pihak, melainkan masalah Bali yang harus diselesaikan oleh semua elemen masyarakat; mulai dari tingkat sekolah, pengusaha, hingga pemerintah harus bersinergi," tutupnya.

​Mantan Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar ini juga mendorong Fraksi Gerindra di DPRD Bali agar memperkuat fungsi pengawasan dan kebijakan guna mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan yang melibatkan desa adat sebagai mitra strategis pembangunan lingkungan. 

Editor : Rosihan Anwar
#partai gerindra bali #de gajah #sampah bali