JAKARTA, radarbali.jawapos.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya bahwa program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG) sama sekali tidak akan mengurangi anggaran pendidikan nasional.
Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, sektor pendidikan justru terus diperkuat dan anggarannya ditingkatkan demi mendorong kualitas sumber daya manusia Indonesia yang unggul.
Penegasan ini disampaikan oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya guna menepis isu terkait adanya pemangkasan dana pendidikan akibat dijalankannya program pemenuhan gizi nasional tersebut.
Seskab menjelaskan Presiden Prabowo tidak hanya menginstruksikan agar seluruh program pendidikan yang sudah ada sebelumnya tidak hanya dilanjutkan, tetapi juga ditambah cakupannya.
Presiden memberikan arahan agar kebijakan pendidikan dilakukan lebih detail dan fokus menyentuh kebutuhan siswa, sekolah, hingga kesejahteraan guru.
Tidak ada satupun program strategis dari periode sebelumnya, seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Indonesia Pintar (PIP), yang dihentikan.
Sebaliknya, Presiden Prabowo justru menambah program-program baru untuk mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di seluruh tanah air.
Salah satu langkah nyata yang diambil Presiden Prabowo adalah pembangunan "Sekolah Rakyat" yang dikhususkan bagi anak-anak yang putus sekolah atau tidak pernah mengenyam pendidikan.
Melalui kebijakan Presiden, anak-anak tersebut tidak hanya disekolahkan, tetapi juga diberikan fasilitas penginapan, pemenuhan gizi, dan jaminan kesehatan yang ditanggung oleh pemerintah.
Hingga tahun lalu, tercatat sudah ada sekitar 166 sekolah rakyat yang menampung hingga 20.000 siswa, dan Presiden menargetkan pembangunan 100 sekolah serupa pada tahun ini untuk menjangkau lebih banyak anak bangsa.
Selain itu, Presiden Prabowo juga memberikan perhatian besar pada perbaikan infrastruktur fisik pendidikan secara masif. Hingga tahun 2025, tercatat sekitar 16.000 sekolah di seluruh penjuru Indonesia telah diperbaiki dengan alokasi anggaran mencapai Rp 17 triliun.
Visi besar Presiden tidak berhenti di situ; beliau juga menginisiasi pembangunan Sekolah Garuda, sekolah terintegrasi, serta pembangunan berbagai kampus baru yang saat ini prosesnya sedang berjalan.
Upaya modernisasi pun dilakukan melalui pengadaan 280.000 unit televisi digital untuk menunjang teknologi pembelajaran di sekolah-sekolah pada tahun 2025.
Rangkaian kebijakan menyeluruh ini menjadi bukti bahwa bagi Presiden Prabowo Subianto, pendidikan tetap menjadi pilar utama pembangunan nasional.
Program Makan Bergizi Gratis hadir sebagai pelengkap strategis untuk memastikan anak-anak Indonesia tumbuh sehat dan cerdas secara bersamaan.
Dengan demikian, pemenuhan gizi dan akses pendidikan berkualitas berjalan beriringan dalam satu kesatuan visi Presiden untuk membangun generasi unggul yang siap bersaing di masa depan.
Editor : Rosihan Anwar