DENPASAR, radarbali.jawapos.com — Pemetaan politik di Bali selalu menarik untuk disimak.
Kendati kontestasi masih jauh di tahun 2030, namun sejumlah nama tokoh mulai digadang-gadang akan maju bersaing.
Salah satu yang mencuat adalah wacana memasangkan Ketua DPD Gerindra Bali, Made Muliawan Arya alias De Gadjah dan Anggota DPD RI, Arya Wedakarna (AWK).
ketua Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Bali itu sempat diprediksi akan menjadi rival I Nyoman Giri Prasta, Wakil Gubernur Bali saat ini.
Namun, isu duet baru muncul setelah AWK mengunggah foto kebersamaannya dengan De Gadjah di media sosial disertai keterangan yang memancing perhatian publik.
"Gimana? Udah cocok jadi Gubernur Bali - Wakil Gubernur Bali 2030 gantikan Pak Wayan Koster yang akan pensiun 2030?" tulis AWK dalam unggahannya tersebut.
Dalam unggahan itu, AWK juga memaparkan analisis terkait kekuatan masing-masing figur.
De Gadjah dinilai memiliki kedekatan dengan Presiden Prabowo Subianto serta basis pendukung kuat di Bali Selatan dan Timur, khususnya dari kalangan generasi Z.
Sementara itu, AWK merasa dirinya memiliki keunggulan dari sisi latar belakang pendidikan dan pengalaman politik, dengan basis pemilih di kalangan ibu-ibu dan anak muda di wilayah Bali Barat, Tengah, dan Utara.
"De Gadjah orangnya Prabowo, AWK orangnya Jokowi, Klop! Satu Komando dengan Pusat! Yang penting APBN mengalir ke Bali," tambah AWK.
Merespons hal tersebut, De Gadjah menanggapi dengan santai. Ia menegaskan saat ini belum memikirkan kontestasi politik 2030 karena waktu yang masih teramat jauh. Ia mengaku ingin tetap konsisten mengawal aspirasi warga.
"Belanda masih jauh, saya masih fokus kepentingan masyarakat dan program presiden. Belum pikir ke arah sana," tegas De Gadjah singkat.
Editor : Rosihan Anwar