BADUNG, radarbali.id- Sembilan angka pertama yang dilesatkan Steven Ignasius Daud Lau Seli dan three point I Wayan Rega Sastra Pratama membuat SMA Negeri 1 Gianyar,
Dosman menutup kuarter 1 dengan keunggulan 12-0 atas SMA Tunas Daud dalam lanjutan Honda DBL 2021 Bali Series di GOR Purna Krida, Kerobokan, Jumat (19/11).
Di kuarter 2, Kapten Tim Dosman kelahiran Singaraja, 8 Februari 2004 itu tampil konsisten dengan menyumbang 10 poin. Kontribusi luar biasa itu mengantarkan Dosman unggul 25-8 hingga kuarter 2. SMA Tunas Daud yang pada pertandingan sebelumnya, Kamis (18/11) mengandaskan SMAN 2 Amlapura dengan skor 39-30 pun tampak kelimpungan.
Steven Ignasius Daud Lau Seli memulai kuarter 3 dengan menyumbang 3 poin. Operannya juga membuat Kadek Dwi Krisnawan leluasa menambah poin hingga Dosman menjauh 30-8 di awal kuarter 3.
Pantang pasrah, Tunas Daud menunjukkan semangat kuat untuk mengejar ketertinggalan. Raden Nathaniq Sardy dan Aldi Kusuma Hendrawan bahu-membahu menambah poin. Namun, kuarter 3 masih milik Dosman, 32-14. Pada kuarter ini Steven menyumbang 5 poin.
Di Kuarter 4, Steven kembali menjadi momok bagi Tunas Daud. Meski duet Aldi tampil sempurna dan raihan poinnya sama dengan saat memuncaki Beat The Record untuk poin tertinggi dalam satu laga kategori tim basket putra dengan 20 poin, perolehan poin Dosman tak terkejar hingga duel ditutup dengan skor 47-32.
Coach Tim Basket SMA Tunas Daud, Ari Hamzah Dwipayana berterima kasih atas semangat juang yang ditunjukkan Aldi dan tim. Coach Ari mengakui Dosman lebih siap dari tim asuhannya. “Kalau dilihat dari game-nya jelas Dosman lebih siap dari tim kami. Mereka sudah rutin latihan sedangkan kami baru latihan 2 minggu.
Selain itu anak-anak juga banyak yang tampil kurang maksimal dalam offense dan defense. Intinya memang Dosman bermain lebih baik dari kita, kami mengakuinya,” ucap Coach Ari sportif.
Meski demikian Coach Ari tidak berkecil hati atas kekalahan anak didiknya. Pasalnya, dalam 2 pertandingan yang dilakoni ia sadar talenta Tim Basket Tunas Daud luar biasa. “Sebenarnya anak-anak yang ada pada tim ini sudah cukup hebat. Dengan latihan 2 minggu sudah sampai sejauh ini. Tapi memang kerja sama timnya juga masih kurang,” ungkapnya.
Sementara itu, Coach I Wayan Swastika menilai penampilan anak asuhnya lebih baik dari game pertama.
“Di game pertama lebih demam panggung dan kerja nggak pakai sistem. Sekarang lebih tenang dan lebih lepas dalam permainan. Fresh dan lebih baik penampilannya. Yang mau saya evaluasi adalah defense-nya karena tadi banyak kesalahan. Kemudian untuk offense nanti ada tambahan lagi,” bebernya.
Editor : Didik Dwi Pratono