KUTA, Radar Bali.id - Akhir bulan Juni, Badung Sports Tourism (BST) akan kembali digelar. Tepatnya bakal berlangsung di Pantai Kuta, dijadwalkan berlangusng 30 Juni sampai dengan 2 Juli 2023.
Kali ini tugas dari cabang olahraga (cabor) selancar ombak yang menjadi panitia penyelenggara setelah sebelumnya digelar oleh cabor kabaddi dan catur.
PSOI (Persatuan Selancar Ombak Indonesia) selaku penyelenggara mengklaim ada 10 negara yang akan ikut serta dalam kompetisi ini. Mereka ialah Rusia, Jepang, Korea, Belanda, Amerika, Ukraina, Australia, Tiongkok dan Taiwan. Panitia juga mengundang atlet dalam negeri. Pun soal jumlah perserta, sudah terdaftar 250 atlet dari 300 yang ditargetkan KONI Badung.
Pesertanya pun bukan ecek-ecek juga. Kabarnya ada sejumlah atlet profesional yang akan turun serta dalam kompetisi ini. Hal ini pun dinilai positif oleh pegiat surfing di Bali, Bagus Made Irawan. “Surfing memang bagus untuk pengembangan pariwisata,” ujarnya Minggu (25/6/2023).
Disinggung mengenai kelayakan Pantai Kuta sebagai tempat bertanding, pria yang akrab dipanggil Piping ini melihat bahwa semua pantai memiliki potensi untuk digelarnya olahraga air. “Semua pantai memiliki kesempatan yang sama, tergantung pemda setempat (bupati),” ujarnya.
Diketahui, belakangan ini para pegiat peselancar ombak memilih kawasan pantai Canggu dan sekitarnya untuk berselancar. Ada fenomena pergeseran wisatawan yang terjadi. Namun hal tersebut dianggao menjadi hal yang biasa.
Bahkan,kata Piping, olahraga lain selain selancar ombak yang kini kian dilirik adalah Stand Up Paddle (SUP). “Masih ada 400 persen lebih besar secara market (SUP) dan baru buat Indonesia,” ungkapnya.
Di sisi lain, Ketua Umum KONI Badung, Made Nariana sebelumnya mengatakan dalam even selancar ombak di BST kali ini t diharapkan sukses penyelenggaraan, sukses prestasi dan sukses ekonomi. Karena daya tarik surfing juga dinilai menambah geliat pariwisata di Bali,
Pelayanan kepada semua pihak juga perlu mendapat perhatian. “Sukses ekonomi, kami harapkan atlet dari dalam dan luar negeri memberikan manfaat bagi perkembangan ekonomi dan turisme di Badung,” pungkas Nariana. [*]
Editor : Hari Puspita