Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dari Pembukaan Badung Sport Tourism Cabang Olahraga Selam:Minus Atlet Luar Negeri, Ingin Tambah Jam Terbang

I Wayan Widyantara • Minggu, 20 Agustus 2023 | 02:05 WIB
RINTISAN SPORT TOURISM : Kejuaraan selam di kolam renang Tirta Arum, di Blahkiuh, Badung.(wayan widyantara/radarbali)
RINTISAN SPORT TOURISM : Kejuaraan selam di kolam renang Tirta Arum, di Blahkiuh, Badung.(wayan widyantara/radarbali)

Salah satu agenda KONI Badung tahun 2023 adalah menggelar program Badung Sport Tourism (ST). Dan, salah satu yang dipertandingkan kali ini adalah cabor selam.

RIBUAN orang, baik dari atlet, orang tua atlet hingga penyelenggara memenuhi area kolam renang Tirta Arum, di Blahkiuh, Badung,  sejak pagi, Jumat (18/8/2023). Wajah penuh semangat pun terlihat dari para peserta yang bertanding. Salah satunya ditunjukkan Ida Ayu mas Anthea Kayana Putri.

"Saya sudah mempersiapkan diri selama dua bulan dengan latihan pagi dan sore. Saya mengikuti ajang ini untuk meningkatkan limit ," ujar perempuan berumur 13 tahun dan beberapa kali pernah mengikuti ajang Kejurnas untuk cabor selam ini saat ditemui lokasi.

Seperti diketahui, ada sebanyak 700 peserta dari 46 klub yang ikut serta dari seluruh Indonesia. Total, ada 136 nomor pertandingan yang digelar hingga 20 Agustus 2023 mendatang dan 22 Agustus digelar Open Water di Pantai Muaya, Jimbaran. Sayangnya, ajang Badung ST kali ini tak diikuti oleh atlet dari luar negeri.

Hanya atlet -atlet dalam negeri saja yang terdiri dari berbagai usia, yang mengikuti ajang yang sejatinya cukup bergengsi ini.

Padahal, salah satu syarat yang diberikan oleh KONI Badung untuk penyelenggaraan Badung ST adalah mendatangkan minimal 300 atlet dan 20 persennya adalah atlet dari luar negeri.

Pihak panitia pun beralasan tidak terpenuhinya atlet luar negeri dikarenakan untuk mengundang atlet luar negeri, harus dilakukan setahun sebelumnya.

Ketua Umum KONI Badung, Made Nariana usai sambutan saat ditemui Jawa Pos Radar Bali mengatakan pihaknya akan mengevaluasi 7 cabor yang telah ditunjuk untuk menyelenggarakan Badung ST. Seperti Kabaddi, Catur, Selancar Ombak, Selam, Criket, Karate dan Taekwondo.

"Nanti kami akan rangking ke tuju cabor tersebut, mana yang penyelenggaraan sesuai target dan kriteria yang sudah ditentukan. Yang tidak memenuhi syarat tersebut, tahun depan tidak kami pilih sebagai penyelenggara Badung Sport Tourism," ujarnya.

Syarat dan kriteria yang dimaksud adalah mampu mendatangkan minimal 300 atlet dan 30 persennya diharapkan dari luar negeri. Kemudian, juga dinilai terkait teknis acara dan tata cara menyambut baik peserta hingga undangan ke acara tersebut.

"Yang terbaik tentu nanti akan diberi kesempatan lagi sebagai penyelenggara tahun depan. Namun pada prinsipnya, acara ini bertujuan untuk menambah jumlah kunjungan wisatawan ke Bali dan Badung khususnya  dengan tidak mengabaikan pengembangan cabor dan atlet-atlet yang bertanding," ujarnya.

Sementara itu, Oka Darmawan selaku Ketua Umum KONI Bali juga turut hadir dan membuka acara Badung ST kali ini. Ia menyebut ajang yang digelar KONI Badung ini sangat kompetitif karena hanya ada 7 cabor yang menggelar Badung ST.

Padahal Badung sendiri memiliki banyak cabor yang terdaftar."Tentunya akan ada persaingan antar cabor untuk ikut terlibat sebagai penyelenggara. Namun ini bagus," ujarnya.

Terkait cabor selam, Oka Darmawan mengatakan perkembangan di Bali berkembang cukup pesat sejak Bali terlibat pertama kali pada tahun 2016 saat PON di Jawa Barat. Kemudian juga ikut serta pada PON di Papua tahun 2021. Untuk PON 2024 yang akan digelar di Aceh- Sumatera Utara pun menargetkan prestasi tinggi.

 "Untuk di Bali, olahraga selam luar biasa pengembangannya. Pada tahun 2016 PON di Jabar, pertama kali Bali ikut. Alat kami tidak punya, tapi prestasi luar biasa. Tahun 2021 lolos ke PON dan pada saat itu tidak jadi emas. Mudah-mudahan PON 2024 nanti, selam Bali bisa mempersembahkan emas," pungkasnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#badung #Sport Tourism #olahraga air