JIMBARAN, Radar Bali.id – Kampus negeri terbesar di Bali, Universitas Udayana masih punya lahan luas di daerah bukit Jimbaran, Badung. Salah satu aset lahan tersebut digunakan untuk membangun lapangan olahraga.
Kini, lapangan yang berbentuk lapangan sepakbola itu menjadi serbaguna. Salah satunya digunakan untuk pertandingan cabang olahraga (cabor) kriket.
Pujian setinggi langit pun disematkan kepada lapangan tersebut. “Lapangan Udayana ini pernah cetak sejarah. Di mana Timnas U-19 kriket kita mengalahkan Papua Nugini dan lolos ke Piala Dunia,” ujar Abhiram Singh Yadav, Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Cricket Indonesia (PP PCI) saat acara pembukaan Badung Sport Tourism cabor kriket.
Tak hanya itu, Lapangan Udayana juga dikatakan sebagai tempat latian Timnas kriket senior baik putra dan putri. Hasilnya, sumbangan emas dan perak pun didapatkan saat SEA Games lalu. “Berkat lapangan ini (Udayana), timnas kriket kita menduduki peringat 20 dunia,” ujarnya.
Bahkan, Abhiram menyebut lapangan Udayana ini memiliki “daya kekuatan” yang besar karena adanya pura disebelahnya. Terbaru, lapangan tersebut bahkan diajukan sebagai tuan rumah U-19 dan timnas senior kriket untuk babak kualifikasi piala dunia.
Untuk itu, Abhiram berharap pihak Udayana maupun pemerintah di Bali dapat memberikan perhatian khusus untuk lapangan tersebut.
Sebab, kriket merupakan olahraha terbesar setelah sepak bola. Para pemainnya juga didominiasi oleh warga Australia dan India.
“Lapangan Udayana ini akan menjadi potensial tersendiri untuk menarik wisatawan Australia dan india. Otomatis, mereka (para turis) akan datang khusus ke Bali untuk main kriket,” ujarnya.
Di Indonesia, lanjut Abhiram, tidak ada kampus yang mempunyai sport center yang spesifikasi Internasional. Ia pun berharap nantinya, Udayana bisa membangun hal tersebut dan menjadi contoh kampus lainnya.
“Lapangan uni berada di kampus Udayana. Ini bisa menjadi branding Udayana untuk memiliki sport center yang menjadi daya tarik dunia nantinya,” pungkasnya.
Melihat hal tersebut, Wakil Rektor III Universitas Udayana Prof. Ngakan Putu Gede Suardana pun mengaku terkejut. Tidak hanya soal raihan prestasi dari lapangan Udayana, melainkan juga terkejut melihat perubahan lapangannya.
“Saya berterima kasih kepada PCI Badung karena telah merawat lapangan ini dengan baik. Saya terkejut, kok bisa sebagus ini ya lapangannya sekarang?” guraunya.
Suardana sendiri ingin lapangan Udayana tersebut diperlebar lagi dengan menambahkan fasiltas lainnya. Seperti tribun penonton dan sebagainnya.
Sebab, hal ini juga sesuai dengan perencanaan kampus yang ingin memiliki sport center. “Kami berharap dari berbagai intansi untuk memohon bantuannya. Kami Udayana terus terang tidak mampu membangun itu (sport center),” pungkasnya. [*]
Editor : Hari Puspita