Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dari Peristiwa Siswa Kerauhan di SMPN 2 Tabanan: Usai Kejadian Kini Bersiap Gelar Upacara Mebersih

Hari Puspita • Rabu, 13 September 2023 | 20:05 WIB
SEGERA DIUPACARAI : SMPN 2 Tabanan di Jalan Arjuna No.11 Tabanan.(juliadi)
SEGERA DIUPACARAI : SMPN 2 Tabanan di Jalan Arjuna No.11 Tabanan.(juliadi)

Gara-gara kerap terjadi kerauhan atau kesurupan saat proses pembelajaran dilakukan di SMPN 2 Tabanan, kini sekolah berencana menggelar upacara mebersih. Sejumlah persiapan pun dilakukan.

INI kejadian berulangkali. Dalam sepekan yang lalu ada dua sampai tiga orang  siswa mengalami gangguan niskala. Gangguan niskala (kerauhan) terjadi saat sedang pembelajaran dilakukan.

Dampaknya membuat pembelajaran di sekolah terganggu.  “Selain sekala juga kami akan jalankan niskala. Dengan perlu melaksanakan upacara pembersihan di sekolah,” ujar Kepala SMPN 2 Tabanan I Gusti Ayu Nyoman Kamayani, Selasa (12/9/2023).

Untuk prosesi upacaranya akan digelar Sabtu (16/9/2023) pada saat Hari Tumpek Krulut. Sebagai umat Hindu mungkin ada kurang yang dari sisi niskala, itulah yang pihaknya upacarai.

Menurut Ayu Nyoman, bahwa kejadian kerauhan siswa tidak setiap hari terjadi. Biasanya menjelang hari-hari tertentu menjelang rahina (hari raya). Siswa mengalami gangguan saat belajar.

“Yang kemarin siswa kerauhan itu terjadi saat Hari Purnama, sehingga proses pembelajaran sedikit terganggu,”ucapnya.

Dia menambahkan sejauh ini aktivitas pembelajaran dari para siswa dan guru sudah berjalan seperti biasanya atau normal kembali. Siswa yang mengalami kerauhan beberapa waktu sudah mereda dan masuk seperti biasa ke sekolah.

“Sampun reda, sudah kita berikan bimbingan dan pendampingan anak-anak dari psikiater. Sekarang pembelajaran sudah seperti biasanya,” jelasnya.

Ayu Nyoman menyebut banyak faktor yang membuat siswanya mengalami kerauhan di sekolah. Mulai dari kondisi psikologis anak yang dibawa dari rumah ke sekolah hingga beban dan pikiran. Juga ada anak yang belum makan.  

“Nah,  hal ini kami berikan pendidikan, latihan dan bimbingan oleh psikiater. Sampun tertangani anak-anak yang seperti ini,” pungkasnya.

Sekadar diketahui kejadian kerauhan di SMPN 2 Tabanan ternyata tidak hanya sekali ini saja. Melainkan itu pula terjadi saat September tahun 2022 lalu. Dimana ada sebanyak 9 siswa alami kerauhan. Saat itu pula pihak sekolah langsung menggelar upacara pecaruan alit. Selain itu pihak sekolah SMPN 2 Tabanan menggelar prosesi upacara pecaruan manca sata rahina tilem kala itu. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#kerauhan #kesurupan