HANGZHOU, radarbali.id– Prestasi atlet asal Bali kembali membanggakan. Kali ini datang dari cabang olah raga para-atletik Indonesia. Ialah Ni Made Arianti Putri dari nomor lari 100 m T12 putri berhasil menyumbang medali emas untuk Indonesia di ajang Asian Para Games 2022 Hangzhou.
Dalam perlombaan yang berlangsung di Huanglong Sports Center Stadium, Selasa (24/10), Arianti finis tercepat dengan catatan waktu 12,52 detik. Waktu yang diraih Arianti memecahkan rekor SEA Para Games yang sebelumnya dipegang oleh atlet Filipina, Mary Joy Tabal, dengan catatan waktu 12,87 detik.
Sementara itu medali perak diraih oleh pelari asal India, Simran dengan waktu 12,68 detik diikuti medali perunggu yang diraih oleh Yaqin Shen dari China dengan catatan waktu, 12,78 detik.
“Alhamdulillah pada pagi hari ini (kemarin) para-atletik bisa menambah medali. Medali emas yang diraih Arianti merupakan sebuah kejutan,” ujar Slamet Widodo, pelatih para atletik Indonesia.
Menariknya, raihan emas Arianti yang merupakan Tuna Netra sejak lahir pun diliuar target. Prestasi perempuan kelahiran Denpasar tanggal 4 Februari 1996 ini pun benar-benar menjadi kejutan.
“Untuk Arianti memang benar-benar kejutan karena awalnya dia hanya ditargetkan merebut medali perunggu tetapi justru ia mampu meraih medali emas,” kata Slamet Widodo.
Medali emas Arianti merupakan emas kedua dari cabor para-atletik setelah sehari sebelumnya emas pertama berhasil disumbangkan oleh Saptoyogo Purnomo dari lari 400 m T37 putra.
Atlet asal Bali lainnya, Ni Nengah Widiasih juga berhasil mendapatkan medali perak para angkat berat (powerlifting) pada nomor 45 kg putri. Ia mengangkat beban seberat 87 kg, di bawah lifter tuan rumah, Zhang Jun, yang mengangkat beban seberat 90 kg.***
Editor : M.Ridwan