RADAR BALI - Bulan April 2026 akan menjadi fase krusial bagi Persebaya Surabaya di kompetisi BRI Super League 2025/2026.
Dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, tim kebanggaan Bonek ini harus melakoni lima pertandingan berat yang menuntut konsistensi, daya tahan fisik, serta kesiapan mental tingkat tinggi.
Menyikapi jadwal padat tersebut, pelatih fisik Persebaya Shin Sang-gyu langsung tancap gas menyiapkan pendekatan khusus.
Pelatih asal Korea Selatan ini menyadari bahwa rentetan laga besar menuntut para pemain berada dalam kondisi fisik yang stabil dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.
Tantangan Fisik dan Cedera Pemain
Selama masa jeda Lebaran, tim kepelatihan sebenarnya telah membekali para pemain dengan program latihan mandiri.
Tujuannya agar kondisi tubuh tetap terjaga meski tidak berlatih bersama tim. Namun, Coach Shin mengakui ada perbedaan signifikan antara latihan personal dan kolektif.
"Memang kami sudah memberikan program latihan individu selama libur. Tetapi tentu saja latihan individu berbeda dengan latihan tim," ujar Coach Shin Sang-gyu.
Keterbatasan waktu menjadi tantangan utama bagi tim pelatih untuk mengevaluasi hasil latihan mandiri tersebut. Proses adaptasi kembali ke ritme latihan tim pun harus dilakukan dengan kilat.
"Kami tidak punya banyak waktu untuk benar-benar mengevaluasi bagaimana para pemain menjalankan program latihan mereka selama jeda. Waktu yang kami miliki sangat terbatas karena hanya ada pekan ini dan pekan depan sebelum pertandingan melawan Persita," jelas mantan asisten Shin Tae-Yong di Timnas Indonesia ini.
Persiapan semakin menantang karena banyak pemain Persebaya yang dibelit cedera, terutama di lini belakang.
Baca Juga: Badai Cedera Persebaya: Bernardo Tavares Keluhkan Kedalaman Skuad Bajol Ijo
Strategi Recovery di Tengah Jadwal Padat
Manajemen kondisi fisik menjadi kunci utama saat tim memasuki periode pertandingan yang sangat rapat. Keseimbangan antara beban latihan dan istirahat menjadi fokus utama Coach Shin.
"Pada awal April nanti kami hampir bermain setiap minggu. Jadi hal yang paling penting adalah bagaimana proses pemulihan setelah pertandingan. Kami harus mengatur keseimbangan antara intensitas latihan dan waktu istirahat dengan baik," katanya.
Untuk mengejar ketertinggalan fisik, pekan latihan saat ini dimanfaatkan untuk meningkatkan kembali level kebugaran Bruno Moreira dan kawan-kawan.
"Karena itu, pada pekan ini kami langsung meningkatkan beban latihan cukup tinggi. Kami mencoba memaksimalkan waktu yang ada agar kondisi pemain bisa kembali mendekati level yang kami butuhkan," pungkasnya.
Rincian Laga Horor Bajol Ijo
Perjuangan berat Persebaya di bulan April akan dimulai dengan menjamu Persita Tangerang di kandang pada 4 April 2026. Hanya berselang sepekan, tepatnya pada 11 April 2026, ujian sesungguhnya datang saat Bajol Ijo harus melakoni laga away klasik melawan rival bebuyutan, Persija Jakarta.
Tak berhenti di situ, pada 17 April 2026, Persebaya kembali ke Surabaya untuk meladeni tantangan Madura United. Ujian fisik pemain benar-benar diuji ketika mereka harus terbang jauh untuk menantang Malut United di markas lawan pada 23 April 2026.
Puncak dari jadwal gila ini akan tersaji di penghujung bulan. Pada 28 April 2026, Persebaya akan menutup rangkaian laga berat dengan duel sarat gengsi bertajuk Derby Jawa Timur melawan Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang.***
Editor : Ibnu Yunianto