RADAR BALI – Manajemen Manchester United (MU) dilaporkan telah memberikan tenggat waktu hingga 13 Juni 2026 bagi Barcelona untuk mengaktifkan klausul pembelian permanen Marcus Rashford.
Jika kesepakatan gagal tercapai, penyerang Inggris tersebut dijadwalkan kembali ke Old Trafford pada 30 Juni 2026.
Perselisihan nilai transfer menjadi penghambat utama. MU tetap kokoh pada banderol 30 juta euro tunai. Sebaliknya, Barcelona mencoba menawarkan skema tukar tambah yang melibatkan Ferran Torres.
Namun, kubu Setan Merah dikabarkan menolak mentah-mentah ide tersebut karena MU dikabarkan harus kehilangan Rashford dan nombok 25 juta Euro ke Blaugrana untuk mendapatkan Torres.
Kendala Finansial dan Opsi Kreatif
Pakar transfer Fabrizio Romano melalui kanal YouTube-nya menjelaskan bahwa sebenarnya sudah ada kesepakatan personal antara pemain dan klub Spanyol tersebut, namun kesepakatan antarklub masih buntu.
"Barcelona sudah sepakat dengan Rashford dan kampnya mengenai persyaratan kontrak. Pemain senang untuk bertahan dan (manajer Barcelona) Hansi Flick puas dengan performanya. Namun, masalahnya ada pada hubungan antarklub," ujar Romano.
Ia menambahkan bahwa Barca sedang mencari celah ekonomi agar tidak perlu membayar tunai secara penuh.
"Barcelona ingin menemukan cara kreatif untuk mencapai kesepakatan dengan Man United. Mungkin satu tahun pinjaman lagi dengan kondisi berbeda, atau kewajiban untuk membeli di masa depan. Namun saat ini, MU tidak membuka pintu untuk solusi tersebut, mereka ingin 30 juta euro."
Beban Gaji dan Kenaikan Kontrak
United dikabarkan lebih suka Barcelona mengembalikan Rashford pada akhir Juni dan MU akan menjualnya ke klub lain dengan harga yang lebih tinggi.
Menurut laporan BBC, rencana penjualan tersebut terjadi karena kepulangan Rashford bisa menjadi beban finansial bagi klub. Alasannya, United memiliki klausul kenaikan gaji sebesar 25 persen bagi seluruh pemain bila lolos berlaga di Liga Champions musim depan.
"Marcus Rashford dan Andre Onana tampil mengesankan saat dipinjamkan ke klub lain musim ini. Namun, potensi kembalinya Manchester United ke Liga Champions musim depan akan memicu kenaikan gaji sebesar 25 persen bagi seluruh pemain, termasuk Rashford," tulis laporan BBC.
Performa yang Mulai Diragukan
Keraguan terhadap Rashford tidak hanya dialami United. Meski mencatatkan statistik total yang cukup baik dengan torehan 10 gol dan 13 assis dalam 36 pertandingan, performa Rashford belakangan menunjukkan tren penurunan.
Penampilan jeleknya saat melawan Atletico Madrid di Liga Champions memicu kritik tajam dari media Spanyol. Laporan dari AS mengonfirmasi bahwa komite olahraga klub mulai bersikap kejam dalam mengevaluasi skuad.
"Di antara mereka yang berada di bawah sorotan adalah Marcus Rashford dan Robert Lewandowski, dua penyerang yang performanya menimbulkan keraguan serius di balik layar," tulis AS dalam laporannya.
Saat ini, masa depan Rashford berada di persimpangan jalan. Jika Barcelona tetap tidak mampu menebusnya hingga pertengahan Juni, MU dikabarkan lebih memilih memulangkannya untuk dijual ke klub lain dengan harga yang lebih tinggi daripada memberikan diskon kepada Barca.***
Editor : Ibnu Yunianto