Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Persebaya Krisis Pemain Lawan Semen Padang, Misi Bajol Ijo Geser Dewa United

Dhian Harnia Patrawati • Rabu, 13 Mei 2026 | 08:58 WIB
Koko Ari Araya menyisir sisi kanan pertahanan Persis Solo sebelum ditarik keluar karena kram. Tim medis Persebaya masih memantau kondisinya jelang bertemu Semen Padang akhir pekan ini.
Koko Ari Araya menyisir sisi kanan pertahanan Persis Solo sebelum ditarik keluar karena kram. Tim medis Persebaya masih memantau kondisinya jelang bertemu Semen Padang akhir pekan ini.

RADAR BALI - Laga melawan Semen Padang FC pada Jumat, 15 Mei 2026, di Stadion H. Agus Salim menjadi sangat krusial bagi Persebaya.

Berada di peringkat ke-5 dengan koleksi 52 poin, Bajol Ijo memiliki peluang emas untuk menyalip Dewa United dan merebut posisi ke-4 klasemen jika berhasil menang atas Kabau Sirah.

Peluang tersebut terbuka lebar mengingat Dewa United akan menghadapi ujian berat melawan Persib Bandung pada hari berikutnya.

Jika Persebaya mampu meraih poin penuh di Padang, tekanan akan berpindah sepenuhnya ke kubu Dewa United yang harus berhadapan dengan kekuatan besar Maung Bandung.

Lima Pemain Persebaya Cedera

Kemenangan emosional di Stadion Manahan saat melawan Persis Solo pada pekan ke-32 Super League 2025/2026 harus dibayar mahal oleh Persebaya Surabaya. 

Intensitas duel yang tinggi meninggalkan rapor merah pada kebugaran skuad Bajol Ijo.

Departemen medis kini berpacu dengan waktu untuk memulihkan sedikitnya lima pemain pilar sebelum bertandang ke markas Semen Padang FC.

Koko Ari Araya menjadi salah satu nama yang paling dikhawatirkan setelah terpaksa ditarik keluar pada menit ke-60 karena terlihat terpincang-pincang.

Posisinya saat itu digantikan oleh Dimas Wicaksono. Selain Koko, Malik Risaldi juga hanya mampu memberikan kontribusi selama satu babak sebelum digantikan oleh Mikael Tata pada awal paruh kedua.

Chief Medical Officer Persebaya, dr. Pratama Wicaksana Wijaya, Sp.KO, mengungkapkan bahwa tim medis terus memantau perkembangan keduanya secara intensif.

"Koko sempat mengalami kram otot yang hebat saat pertandingan, namun kabar terbaru menunjukkan ia sudah mulai pulih. Untuk Malik, kami masih mengobservasi kebugaran fisiknya agar siap kembali merumput," jelas dokter yang akrab disapa dr. Tommy tersebut.

Krisis pemain tidak berhenti di situ. Empat penggawa lainnya, yakni Rachmat Irianto, Alfan Suaib, Muhammad Hidayat, dan Sadida Nugraha, masih tertahan di ruang perawatan untuk menjalani program pemulihan cedera masing-masing. 

Kondisi ini membuat pelatih Bernardo Tavares mengambil kebijakan khusus dengan memberikan jatah istirahat ekstra bagi skuad guna menjaga stamina sebelum terbang ke Sumatera Barat.

Di sisi lain, Semen Padang FC tetap tidak bisa dipandang sebelah mata meski sudah dipastikan terdegradasi ke Liga 2 musim depan.

Bermain tanpa beban di depan pendukung sendiri justru bisa menjadi ancaman bagi ambisi Persebaya yang sedang mengincar posisi empat besar di akhir musim.***

Editor : Ibnu Yunianto
#dewa united #Super League Indonesia #Persebaya Surabaya #semen padang fc #Klasemen Super League