RADAR BALI - Peluang PSSI untuk mendekati bek Leeds United, Pascal Struijk, agar mau membela Timnas Indonesia kembali terbuka setelah namanya tidak disertakan dalam daftar 26 pemain Timnas Belgia untuk Piala Dunia 2026.
Keputusan Pelatih Belgia Rudi Garcia tersebut membuat status masa depan internasional pemain kidal yang kakek neneknya berasal dari Indonesia ini kembali menjadi pembahasan hangat.
Absennya Struijk dari skuad berjuluk Red Devils tersebut menjadi celah potensial bagi pelatih John Herdman dan Timnas Indonesia.
Bek tengah berusia 26 tahun yang memiliki nilai pasar Rp 382 miliar itu tercatat belum pernah tampil dalam pertandingan resmi bersama tim nasional senior Belanda maupun Belgia.
Sektor belakang Timnas Belgia sendiri dipastikan akan diisi oleh jajaran pemain seperti Timothy Castagne, Zeno Debast, Maxim De Cuyper, Koni De Winter, Brandon Mechele, Thomas Meunier, Nathan Ngoy, Joaquin Seys, hingga Arthur Theate.
Sementara itu, bintang senior seperti Romelu Lukaku, Kevin De Bruyne, Thibaut Courtois, dan Axel Witsel tetap dibawa untuk menjalani Piala Dunia keempat mereka.
Struijk memiliki profil ideal dengan postur 1,90 meter dan fleksibilitas untuk bermain sebagai bek tengah, bek kiri, maupun gelandang bertahan.
Pemain yang memiliki kontrak di Leeds United hingga musim panas 2027 ini memenuhi syarat untuk mewakili tiga negara, yaitu Belgia sebagai tanah kelahiran, Belanda, dan Indonesia.
Mengapa Peluang untuk Timnas Indonesia Terbuka Lebar?
Secara regulasi FIFA, ketiadaan menit bermain di level senior bersama negara lain menjadi syarat utama proses perpindahan asosiasi.
Karena belum pernah membela tim senior Belgia maupun Belanda dalam ajang kompetitif resmi, pintu bagi Struijk untuk mengenakan jersi Garuda sama sekali belum tertutup.
Apalagi dengan kepastian dirinya absen dari skuad Piala Dunia besutan Rudi Garcia, fokus perhatian kini beralih pada dinamika tim nasional lain yang bisa ia bela.
Langkah responsif dari federasi dan tim pelatih Indonesia bisa menjadi penentu untuk meyakinkan sang pemain bertahan agar bersedia menjalani proyek naturalisasi.
Kualitas Mewah yang Bisa Didapatkan Skuad Garuda
Jika PSSI berhasil memanfaatkan momentum ini, kehadiran Struijk akan menjadi peningkatan mutu yang sangat signifikan bagi lini pertahanan Indonesia.
Beberapa keunggulan yang dimiliki oleh pemain kelahiran Deurne ini antara lain:
Atribut Fisik dan Posisi: Berdiri tegap setinggi 190 cm, ia adalah sosok menara yang sangat tangguh dalam menghalau umpan-umpan silang dan memenangi duel udara di area penalti.
Duet Struijk bersama Jay Idzes, Mees Hilgers, atau Jordi Amat sangat ideal untuk menyeimbangkan pertahanan dan transisi serangan.
Fleksibilitas Taktis: Kemampuannya yang fasih beroperasi sebagai bek tengah, bek kiri, hingga gelandang bertahan memberikan opsi strategi yang sangat luas bagi jajaran pelatih.
Kemampuan Kaki Kidal: Sebagai pemain kidal, ia memiliki keunggulan alami dalam melakukan operan progresif untuk membangun serangan dari lini belakang (ball-playing defender), sebuah aset yang sangat dicari dalam sepak bola modern.
Dengan durasi kontrak yang masih berjalan panjang di Leeds United hingga 2027 dan nilai pasar yang tinggi, Struijk berada dalam usia emas kariernya.
Kini, bola berada di tangan PSSI dan pihak terkait untuk melihat seberapa besar ketertarikan serta peluang konkret dalam memboyong sang pemain ke tanah air.***
Editor : Ibnu Yunianto