Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Persis Solo Degradasi ke Liga 2, Milomir Seslija dan Milos Durovic Dipecat

Dhian Harnia Patrawati • Senin, 8 Juni 2026 | 02:39 WIB
Pelatih Persis Solo Milomir Seslija kembali dipecat setelah gagal mengangkat kinerja tim meski telah mendatangkan 17 pemain baru.
Pelatih Persis Solo Milomir Seslija kembali dipecat setelah gagal mengangkat kinerja tim meski telah mendatangkan 17 pemain baru.

 

RADAR BALI - Persis Solo mengambil langkah tegas setelah dipastikan terlempar dari kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Manajemen Laskar Sambernyawa resmi mengakhiri kerja sama dengan jajaran tim pelatih menyusul hasil buruk yang membuat tim harus turun kasta musim depan.

Klub resmi mengumumkan akhir kerja sama Milomir Seslija sebagai pelatih kepala dan Milos Durovic sebagai asisten pelatih.

Rapor Merah Penyelamatan yang Gagal

Milo sebenarnya didatangkan kembali pada 16 Desember 2025 untuk mengarungi sisa kompetisi BRI Super League musim 2025/2026.

Dia mengemban misi penyelamatan setelah mengambil alih kursi kepelatihan dari Peter de Roo, di mana saat itu Persis berada di situasi yang sangat kritis dan terdampar di dasar klasemen (peringkat ke-18) dengan hanya mengemas 7 poin.

Demi melancarkan misi penyelamatan dari jerat degradasi, Pelatih Persis Solo Milomir Seslija langsung mengambil langkah agresif begitu ditunjuk menukangi tim pada pertengahan Desember 2025. Coach Milo melakukan perombakan skuad secara besar-besaran dengan mendaratkan total 17 penggawa anyar sepanjang bursa transfer paruh musim yang berlangsung pada Januari hingga Februari 2026.

Gerak cepat Laskar Sambernyawa ini ditandai dengan perekrutan 11 pemain asing untuk memperkuat segala lini. Di sektor pertahanan, bergabung penjaga gawang Vukasin Vranes serta duo bek tangguh Dusan Mijic dan Luka Dumancic.

Lini tengah juga mendapat suntikan tenaga baru melalui Miroslav Maricic, Andrei Alba, Dimitri Lima, serta penyerang sayap Jefferson Carioca. Sementara untuk mendongkrak produktivitas gol, Milo memercayakan lini depan kepada kuartet bomber asing, yakni Abu Kamara, Roman Paparyga, Dejan Tumbas, dan Bruno Gomes.

Sebenarnya, manajemen sempat merekrut Clayton Da Silveira Da Silva, namun namanya terpaksa langsung dicoret sebelum mencatatkan menit bermain karena terkendala masalah regulasi liga.

Tidak hanya mengandalkan legiun asing, pergerakan Persis di bursa transfer juga dilengkapi dengan mendatangkan enam pemain lokal potensial. Barisan pertahanan dipertebal oleh Kadek Raditya dan Dodi Alekvan Djin, yang ditemani Alfriyanto Nico setelah dipinjam dari Persija Jakarta.

Pergerakan di sektor sayap juga semakin bervariasi berkat kedatangan Yabes Roni dan Febri Hariyadi, sementara posisi juru gedor lokal kini dipercayakan kepada Septian Satria Bagaskara.

Namun, magis pelatih asal Bosnia itu gagal menyelamatkan Laskar Sambernyawa. Berdasarkan statistik, Milo memimpin Laskar Sambernyawa dalam 20 pertandingan di kancah domestik sejak pertengahan musim hingga berakhirnya kompetisi pada Mei 2026.

Dari total laga itu, Milo hanya mampu mempersembahkan 6 kemenangan dan 6 hasil imbang, sementara 8 pertandingan lainnya berakhir dengan kekalahan.

Lini serang Persis berhasil menggelontorkan 22 gol, namun rapuhnya barisan pertahanan membuat gawang mereka harus kebobolan hingga 32 gol.

Secara keseluruhan, pelatih asal Bosnia ini mengumpulkan 24 poin tambahan bagi Persis, dengan rata-rata raihan poin per laga berada di angka 1.20 PPM.

Terpuruk di Peringkat ke-16 dan Degradasi

Tambahan 24 poin yang diraih di bawah asuhan Milo membuat Persis menyudahi musim 2025/2026 dengan total 34 poin. Secara keseluruhan musim, Laskar Sambernyawa hanya mencatatkan 8 kemenangan, 10 hasil seri, dan 16 kali menelan kekalahan.

Catatan tragis ini menempatkan Persis di peringkat ke-16 pada klasemen akhir. Berada di zona merah, salah satu klub tertua di Indonesia ini tidak mampu mempertahankan posisinya di BRI Super League dan harus menerima kenyataan pahit terdegradasi ke Liga 2 untuk musim depan. 

Kegagalan mempertahankan posisi di kasta tertinggi inilah yang memicu manajemen bergerak cepat mendepak Milo dan Milos Durovic demi menyusun ulang kekuatan tim.***

Editor : Ibnu Yunianto
#persis solo #bursa transfer #Milos Durovic #milomir seslija #liga 2