RADAR BALI - Kebersamaan Persib Bandung dan Federico Barba resmi berakhir seiring berakhirnya kompetisi Super League 2025/2026. Setelah masa kontraknya tuntas, kedua belah pihak sepakat untuk tidak melanjutkan kerja sama pada musim mendatang.
Setelah resmi berpisah, bek asal Italia tersebut kini santer dikabarkan merapat ke salah satu klub kasta tertinggi Yunani, Aris Thessaloniki.
Perjalanan Barba bersama Pangeran Biru sejatinya tidak selalu berjalan mulus. Pada paruh musim lalu, sempat terjadi saga transfer yang cukup menyita perhatian publik.
Barba sempat mengajukan permohonan untuk dilepas agar bisa kembali berkarier di Eropa karena alasan homesick atau rindu kampung halaman.
Namun, Pelatih Persib Bojan Hodak saat itu bersikap tegas dan meminta sang pemain untuk tetap profesional serta menghormati kontraknya hingga akhir musim.
Barba akhirnya memilih patuh pada keputusan tersebut. Meski sempat diterpa rumor kepindahan di tengah musim, bek kelahiran Roma, 1 September 1993 ini tetap menunjukkan dedikasi luar biasa.
Datang dengan modal pengalaman panjang di kompetisi Eropa setelah membela klub Swiss, FC Sion, ia langsung menjelma menjadi pilar tak tergantikan di lini pertahanan sekaligus mengantar tim mengukir sejarah meraih gelar juara tiga musim berturut-turut.
Sepanjang musim berjalan, pemain bernomor punggung 93 tersebut tampil konsisten dan memberikan dampak signifikan bagi tim.
Di kompetisi domestik, Barba mencatatkan 28 penampilan dan menyumbangkan lima gol, sebuah catatan impresif bagi seorang pemain bertahan.
Sementara di ajang AFC Champions League Two, ia tampil dalam tujuh pertandingan dan turut membantu tim bersaing di level Asia. Secara total, ia membukukan 35 penampilan dengan torehan 5 gol dan 2 assist.
Statistik Memukau Barba di Jantung Pertahanan
Sebagai menara kembar di jantung pertahanan, ketangguhan Federico Barba dalam memutus aliran serangan lawan dapat dilihat dari catatan statistiknya yang luar biasa. Sepanjang musim, bek asal Italia ini mengemas total 35 penampilan di semua kompetisi, terdiri dari 28 pertandingan di kompetisi domestik dan 7 laga di ajang Asia, dengan total menit bermain mencapai 3.080 menit.
Tidak hanya kokoh bertahan, ia juga sangat piawai dalam membantu serangan terbukti dengan sumbangan 5 gol dan 2 assist. Kemampuannya dalam memulai skema permainan dari lini belakang juga sangat teruji melalui akurasi operan yang mencapai angka 87,4 persen.
Saat berada dalam situasi bertahan, pemain bernomor punggung 93 ini mencatatkan rata-rata 2,4 tekel sukses per pertandingan dengan tingkat keberhasilan yang tinggi mencapai 78 persen. Ia juga sangat jeli membaca permainan lewat catatan 4,1 intersep serta melakukan 5,3 sapuan bersih di setiap laga demi mengamankan area penalti.
Ketangguhannya dalam duel-duel bola atas pun terbukti lewat keunggulan 68 persen kemenangan duel udara dari total seluruh duel yang dihadapinya. Menariknya, meski bermain sangat lugas dan agresif di area pertahanan, tingkat kedisiplinan Barba tetap terjaga dengan hanya mengantongi 4 kartu kuning tanpa sekalipun menerima kartu merah sepanjang musim.
Kemampuannya dalam membaca permainan (reading the game) membuat lini belakang Pangeran Biru menjadi salah satu yang paling sulit ditembus di kompetisi domestik maupun saat berlaga di kancah Asia.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi, profesionalisme, serta kontribusi yang telah diberikan Barba selama mengenakan seragam kebanggaan Bandung.
"Hatur nuhun, Federico Barba. Terima kasih atas dedikasi, kerja keras, dan kontribusi yang telah diberikan untuk Persib," katanya.
"Dalam waktu yang relatif singkat, Barba mampu menunjukkan kualitas, karakter, dan profesionalisme yang membantu tim mencapai target besar musim ini. Ia menjadi salah satu bagian penting dari sejarah yang berhasil kita ukir bersama," ujar Adhitia.
Lebih dari sekadar kontribusi taktis di atas lapangan, Barba juga membawa pengalaman, mentalitas kompetitif, dan kepemimpinan yang memberikan dampak positif bagi ruang ganti selama menjalani musim yang penuh tantangan.
Manajemen meyakini bahwa setiap perjalanan memiliki babaknya sendiri. Meski kebersamaan ini telah berakhir, kontribusi dan kenangan yang ditinggalkan Barba akan selalu menjadi bagian dari lini masa klub.
"Kami mendoakan Federico Barba senantiasa diberikan kesuksesan dalam perjalanan karier berikutnya. Terima kasih karena telah menjadi bagian dari keluarga besar Persib dan turut menorehkan sejarah yang akan selalu dikenang," katanya.
"Pintu Persib akan selalu terbuka untuk para pemain yang telah memberikan hati dan dedikasinya bagi klub ini," tutur Adhitia.***
Editor : Ibnu Yunianto